Articles by "Kemlu"

Tampilkan postingan dengan label Kemlu. Tampilkan semua postingan


RotasiKepri.com (Bali ) -- Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, kembali memimpin Pertemuan COVAX AMC Engagement Group (AMC EG) secara virtual bersama dengan Menteri Kesehatan Ethiopia (Lia Tadesse) dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada (Karina Gould). 

Dalam pembukaan, Menlu Retno sampaikan bahwa sejak pertemuan terakhir pada bulan Januari 2021, telah terjadi perkembangan sangat positif yang menimbulkan harapan (hope), namun terdapat pula tantangan dan dinamika yang perlu terus ditangani bersama dengan baik. 

“Sejak pertemuan yang lalu, kita menyaksikan perkembangan yang signifikan dimana program vaksinasi telah dimulai setidaknya di 131 negara dan Covax telah mengirim lebih dari 28.3 juta ke lebih dari 46 negara. Semua ini memberikan harapan. Mari kita terus bekerja sama untuk menjaga momentum ini," ujar Menlu Retno. Sementara tantangan baru yang dihadapi antara lain munculnya varian baru dan kepastian penjadwalan pengiriman vaksin.

Dalam pertemuan, CEO dan para pakar dari GAVI dan WHO antara lain menyampaikan:

Pertama, hingga saat ini, Covax Facility telah berhasil memobilisasi dana sebesar USD 6,3 miliar dan telah melakukan kesepakatan dengan perusahaan manufaktur vaksin sebanyak 2.3 miliar dosis hingga tahun 2021. Pertemuan juga membahas proyeksi alokasi vaksin dan waktu pengiriman selanjutnya bagi negara AMC hingga akhir tahun 2021.

Kedua, terkait dengan mutasi varian baru COVID-19. WHO menyebutkan bahwa mutasi virus adalah sesuatu yang telah diprediksi sejak awal. WHO sampaikan terus memonitor mutasi virus tersebut dan sebut bahwa hasil riset WHO menunjukan bahwa varian tersebut tidak berdampak negatif terhadap keampuhan vaksin yang dikirim melalui COVAX Facility.

Ketiga, terkait keputusan beberapa negara untuk menunda pemberian vaksin AZ khususnya yang diproduksi di Eropa menyusul ditemukannya dampak setelah vaksinasi, WHO sampaikan secara regular melakukan komunikasi dengan berbagai otoritas di Eropa maupun dunia terkait aspek keamanan vaksin COVID-19. WHO simpulkan bahwa hingga saat ini, nilai manfaat dari vaksin AZ lebih besar dari resiko yang ditemui. Untuk itu, WHO merekomendasikan vaksinasi dengan AZ dapat dilanjutkan.

Keempat, pertemuan menggarisbawahi pentingnya mengamankan kebutuhan pendanaan COVAX Facility untuk memenuhi kebutuhan vaksin khusus nya bagi negara berkembang dan kurang berkembang. Kampanye untuk mendapatkan dukungan dana tambahan akan terus dilakukan di beberapa pertemuan internasional seperti G-7, G-20, SMU PBB dan pertemuan internasional lainnya.

COVAX AMC EG merupakan forum antara negara AMC dengan negara-negara donor untuk pengadaan dan distribusi vaksin bagi negara AMC. COVAX Facility memiliki target pengadaan vaksin bagi 20% dari populasi setiap negara AMC dan mendukung kesiapan negara AMC untuk melakukan rencana vaksinasi nasional.

Partisipasi Indonesia pada Covax Facility menjadi penting, salah satunya karena berkontribusi dalam upaya pemenuhan target vaksinasi Indonesia bagi 181,5 juta orang pada Maret 2022. Indonesia hingga saat ini telah menerima sebanyak 1.113.600 dosis vaksin AstraZeneca dari Covax Facility, yang merupakan bagian dari alokasi putaran pertama pengiriman vaksin AstraZeneca dari skema Covax Facility. Pada alokasi putaran pertama Indonesia akan memperoleh 11.704.800 juta dosis vaksin AstraZeneca yang akan dikirimkan secara bertahap hingga Mei 20​​21.(RK)







sumber:kemlu.go.id


 


RotasiKepri.com ( Bangkok, Thailand ) -- KBRI Bangkok bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta dan Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta melaksanakan Virtual Tour Museum ke Museum Sejarah Jakarta atau Museum Fatahillah pada Senin (15/03/2021). Virtual tour ke museum ini adalah kegiatan pertama yang dilakukan antara Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta dengan Perwakilan RI di luar negeri. 


Kegiatan diikuti secara daring oleh 47 siswa-siswi Sekolah Indonesia Bangkok di Rumah Indonesia KBRI Bangkok dan secara terpisah diikuti pula oleh lebih dari 60 orang masyarakat Indonesia. Selama lebih dari satu jam, peserta dipandu mengelilingi dan menikmati koleksi benda peninggalan masa VOC di bangunan dua lantai museum tersebut. Lukisan dinding di ruang mural karya Harijadi Sumodidjojo, seniman realis di masa revolusi Indonesia yang menggambarkan situasi Jakarta pada era 1880 hingga 1920 membawa memori kita terbang kembali ke masa lalu. Selain itu, destinasi lainnya yang paling ditunggu adalah ruang Sultan Agung dan penjara bawah tanah.


Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Rachmat Budiman menyampaikan bahwa virtual tour museum adalah salah satu bentuk kreativitas dan inovasi di tengah pandemi. Situasi ini tidak menyurutkan semangat untuk belajar, menambah ilmu dan wawasan tentang sejarah dan budaya Indonesia, namun juga sebagai upaya untuk menambah pengetahuan umum dalam mempromosikan destinasi wisata di Jakarta kepada publik di Thailand. 


Antusiasme dan semangat tinggi terlihat di wajah peserta siswa Sekolah Indonesia Bangkok. Ragam pertanyaan trivia mengenai sejarah Kota Jakarta mampu dijawab dengan tepat. Selain itu beberapa juga melemparkan pertanyaan menarik mengenai koleksi museum dan tanggapan tentang Museum Sejarah Jakarta. Syahril Rachmat, ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Thailand menyoroti tentang ketersediaan program studi museum di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki peluang kerja sama yang baik di luar negeri.(RK)







sumber:kemlu.go.id

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.