Articles by "Kemenag"

Tampilkan postingan dengan label Kemenag. Tampilkan semua postingan

ket foto:sekjen kemenag Nizar


RotasiKepri.com ( Jakarta ) --- Kementerian Agama (Kemenag) terus berkomitmen untuk membantu nasib sekitar 120.000 honorer guru agama yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Kemenag sejak awal mengusahakan agar mereka bisa terakomodir dalam formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang perekrutannya dilakukan tahun 2021 ini. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Nizar mengatakan upaya Kemenag untuk membantu nasib dan status para honorer guru agama antara lain dilakukan dengan pembahasan bersama yang melibatkan enam kementerian dan lembaga terkait. Pembahasan bersama ini dilakukan karena sumber pengangkatan honorer guru agama diketahui berasal dari tiga unsur, yakni Kemdikbud, Kemenag, dan pemerintah daerah (pemda). 

Jumat (5/3/2021) lalu, tim dari enam kementerian ini juga telah menggelar rapat lagi agar honorer guru agama yang direkrut PPPK pada 2021 ini tak sebatas 9.000 saja, namun bisa lebih banyak lagi. 

“Kemenag jauh-jauh hari telah berkomitmen dan mengupayakan untuk bisa membantu para honorer guru agama ini. Sehingga, tanpa ada desakan dari pihak manapun, komitmen itu akan terus diperjuangkan. Namun hal ini perlu waktu karena bukan wewenang Kemenag sendiri,” ujar Nizar, Kamis (11/3/2021).  

Selain Kemenag, kementerian dan lembaga negara (K/L) yang terlibat dalam pembahasan bersama ini adalah Kemdikbud, Kemendagri, KemenPAN-RB, Kemenkeu, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kemenag terus mendorong agar para honorer guru agama bisa masuk dalam usulan PPPK Kemdikbud. Untuk mendukungnya, Kemenag akan membuat soal ujian seleksi calon PPPK.

Menurut Nizar, untuk mendapatkan data yang pasti, Kemenag bersama kementerian dan lembaga terkait saat ini terus memverifikasi dan memvalidasi data honorer guru agama. Kemenag, lanjut dia, secara internal juga mendata berapa total guru agama dengan status honorer di sekolah, baik guru agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. 

“Pendataan ini dilakukan Ditjen Pendidikan Islam dan Ditjen Bimas-bimas agama. Semuanya sudah dilakukan,” terangnya. 

Sebagai informasi, PPPK Kemendikbud tahun ini mencapai 1 juta. Sampai 5 Maret 2021, kebutuhan formasi yang diajukan Pemda ke KemenPAN-RB baru 568.238. Sehingga, masih ada selisih 431.762 formasi yang belum terisi. ( RK )







sumber:kemenag.go.id



 


Ketua Umum PHDI Wisnu Bawa Tenaya (foto: Bimas Hindu)

RotasiKepri.com ( Jakarta ) --- Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Wisnu Bawa Tenaya mengajak umat Hindu untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19. 

"Ayo kita ikut vaksin. Tidak usah takut, tidak usah ragu. Tadi baru saja ikut vaksinasi. Setelah vaksinasi, saya tidak ada masalah. Semuanya berjalan lancar," ujar Wisnu usai ikuti vaksinasi di Masjid Istiqlal, Selasa (23/2/2021). 

"Mari kita ikuti program dari pemerintah. Kita punya Catur Guru, salah satunya adalah Guru Wisesa. Ikuti pemerintah dalam rangka untuk mengatasi Covid-19," sambungnya. 

Selain mengikuti vaksinasi, Wisnu juga mengingatkan umat Hindu untuk senantiasa menjaga diri dan keluarga dari penyebaran Covid-19. Ia pun menyampaikan beberapa langkah yang harus dilakukan. 

"Pertama, kita cuci tangan yang bersih, pakai sabun dan air mengalir. Kedua, makan minum yang bergizi dan berkalori supaya kita tetap sehat," pesan Wisnu.

Ketiga, menjaga jarak fisik dengan sesama manusia. "Jaga jarak dengan manusia tapi Tuhan selalu bersama kita," ujarnya.

Keempat, menggunakan masker, sebagai upaya agar tidak saling menularkan. Terakhir, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, semoga Covid-19 ini segera berakhir sehingga semua bisa kembali hidup dengan normal. ( RK - Tim )








sumber: kemenag.go.id

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.