Articles by "Kriminal"

Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan


Batam,RotasiKepri.com -- Gabungan Subdit III Jatanras Polda Kepri, Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang dan Opsnal Polsek Bengkong yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK., MH. berhasil mengamankan 1 orang sebagai pelaku dalam Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan / Curas. Sabtu (31/07/2021) Sekira Pukul 13.13 Wib. 


Berawal pada saat pelapor mendapat telepon dari korban (HA) Sabtu (31/07/2021) sekira pukul 03.30 wib, bahwa korban mengalami pencurian. saat itu pelapor langsung ke lokasi kejadian dan mendapati pelapor di dalam kamar dengan posisi tangan di ikat di belakang, dan wajah di lakban. 


Diketahui pelaku masuk dengan cara mencongkel jendela dan membuka pintu hingga mengancam korban dengan satu buah Parang yang didapati dari rumah korban. Pelaku mengikat korban dengan kain dan lakban ditangan dan mulut korban. dan pelaku telah berhasil mengambil barang milik korban berupa uang sekitar Rp 3.000.000, kunci mobil berserta mobil Suzuki Exover warna Silver tahun 2007 beserta 1 unit Hp Vivo. Atas kejadian  itu korban mengalami kerugian sebesar Rp 90.000.000. 


Menerima Laporan Korban Berawal dari laporan korban yang menjadi korban Sabtu, tanggal 31 Juli 2021 sekira pukul 03.00 Wib. bertempat di Perum putra kelana jaya Kemudian Gabungan Subdit III Jatanras Polda Kepri, Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang dan Opsnal Polsek Bengkong yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK., MH., Selanjutnya Padahari Sabtu (31/07/2021) sekira pukul 12.30 Wib. Tim mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di sekitaran perumahan cendana, sekira pukul 13.13 Wib Pelaku EF (21 Tahun) berhasil diamankan. 


Saat dilakukan pengembangan mencari barang bukti di daerah batu aji, Pelaku EF (21 Tahun) melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri kemudian petugas memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, akan tetapi pelaku EF (21 Tahun) tetap melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri, Kemudian petugas memberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembakan ke arah kaki pelaku dan pelaku berhasil diamankan, Selanjutnya pelaku EF (21 Tahun) di bawa ke polresta barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.



Barang bukti yang berhasil di amankan yakni 1 unit mobil suzuki x-over BP 1437 MH beserta kunci mobil (Milik Korban), 1 unit sepeda motor beat warna merah (sebagai sarana), 1 lembar BPKB mobil suzuki x-over BP 1437 MH, 1 lembar STNK mobil suzuki x-over BP 1437 MH, 1 buah sweater , 1 unit handphone vivo (Milik korban). 


Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, SIK melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK., MH membenarkan adanya tindak pidana Curas dimana pelaku juga melakukan pencurian di perumahan cluster daun, saat ini pelaku sudah di amankan oleh Unit Reskrim Polresta Barelang. 


Atas perbuatan  pelaku di ancam dengan hukuman maksimal 9 tahun pidana penjara , sebagaimana dimaksud pasal 365 ayat 1 KUHP ,ungkap Kompol Andri Kurniawan, SIK., MH.(RK)


 


Pematang Siantar,RotasiKepri.com -- Satres Narkoba Polres Pematangsiantar meringkus seorang bandar dan pengedar narkoba di dua lokasi yang berneda pada, Rabu (7/4/2021), sekira pukul 01.00 Wib.

 

Tersangka Anggi (29), warga jalan Singosari, Kelurahan. Bantan Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar ini pun buka mulut dan dari hasil pengembangan akhirnya petugas  pun kembali meringkus sang pengedar (kaki tangannya) Julen (31), warga Tomoan Kota Pematang Siantar.

 

Informasi yang berhasil dihimpun, Rotasi Kepri, melalui rilis  yang dikirim Humas Polres Pematangsiantar, Kamis (8/4/2021), tersangka Anggi saat turun dari sepeda motor suzuki shogun di Jalan Singosari Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat Pematangsiantar diduga hendak mengantarkan barang haram tersebut ke pengedar (kaki tangannya)

 

Awalnya,  Rabu tanggal 07 April 2021, sekira pukul 01.00 Wib, Personil Sat Narkoba Polres Pematangsiantar mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang membawa narkotika jenis shabu di Jalan Singosari Kelurahan. Bantan Kecamatan Siantar Barat Pematangsiantar.

 

Kemudian Personil Sat Narkoba berangkat ke alamat yang dimaksud dan melihat seorang laki-laki yang dicurigai turun dari sepeda motor suzuki shogun. Selanjutnya, pada saat Personil Sat Narkoba mendekatnya, terlihat laki-laki tersebut langsung membuang 1  paket narkotika jenis shabu dari tangan kanannya.

 

Kemudian laki-laki tersebut langsung ditangkap dan diketahui bernama  Anggi (29), warga Jalan Singosari,  kemudian diamankan 1 paket narkotika jenis shabu yang dibuang tersangka Anggi. Selanjutnya Anggi diminta untuk mengeluarkan isi kantong celananya dan dari kantong celana kanan ditemukan 1 unit Hp dan 1 buah kantongan kain hitam yang berisi 2 paket narkotika jenis shabu dengan berat bruto 14,05 gr.

 

Sekira pukul 13.30 Wib, dilakukan penggeledahan dirumah tersangka Anggi di Jalan Siak  Kelurahan Martoba Kecamatan Siantar Utara Pematangsiantar dan dari ruangan dapur tepatnya di bawah meja ditemukan 1 buah tas sandang warna hitam yang didalamnya ada 1 Unit timbangan digital dan 3  bungkus plastik klip kemudian dilakukan interogasi terhadap  Anggi dan didapatkan informasi bahwa  Anggi ada menyerahkan narkotika jenis shabu kepada seorang laki-laki bernama Julen.

 

Mendengar pengakuan tersangka Anggi, kemudian Julen dipancing untuk datang kerumah  Anggi dan sekira pukul 14.00 Wib, dilakukan penangkapan terhadap Julen (31), warga Tomuan di depan rumah Anggi dan dari kantong celana kanan ditemukan 1 (satu) Unit Hp merk  kemudian dilakukan interogasi terhadap Julen dan didapatkan informasi bahwa Julen ada menyimpan narkotika jenis shabu dirumahnya di Jlalan Meranti Burung Kelurahan Kahean Kecamatan Siantar Utara Pematangsiantar.

 

Lalu dilakukan penggeledahan dirumah Julen dan dari ruangan kamar pertama dilantai dua rumah tepatnya dari laci lemari hias ditemukan 1 buah kotak rokok magnum yang berisi paket narkotika jenis shabu. Kemudian dari ruangan kamar kedua dilantai dua rumah tepatnya dari dalam lemari kain ditemukan 1 (satu) buah kotak rokok magnum yang berisi 3 (tiga) paket narkiotika jenis shabu dengan berat bruto 15,40 gram.

 

Selanjutnya seluruh barang bukti dikumpulkan dan bersama kedua tersangka dibawa ke kantor Sat Narkoba Polres Pematangsiantar untuk dilakukan penyidikan. (RK - taman)


Batam,RotasiKepri.com -- Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK., MH., berhasil Amankan 5 orang pelaku dalam Tindak Pidana Penganiayaan Yang Menyebabkan Korban Meninggal Dunia di TKP Di Depan Hotel Pasific Jodoh Kec. Batu Ampar. Rabu (07/04/2021) sekira pukul 23.55 Wib.

 

Berawal pada hari Rabu (31/03/2021) sekira pukul 02.00 Wib, sebelumnya korban inisial AS terlibat pertengkaran dengan seorang perempuan diseputaran Foodcourt Pasific Jodoh yang mana hal tersebut diketahui oleh pelapor TJ atas pemberitahuan korban sebelum meninggal dunia, dan dari pertengakaran yang dimaksud perempuan tersebut diatas melapor ke Securiti foodcourt Pasific yang pada akhirnya korban dipukuli pada bagian rahang kiri dan rahang kanan tengkorak bengkak, mata sebelah kiri bengkak dan menghitam oleh orang yang diduga sebagai Securiti foodcourt Pasific.

 

Setelah pemukulan tersebut korban melaporkan ke pelapor atas peristiwa yang telah terjadi dan oleh pelapor korban di bawa ke RS. Camatha Sahidya Panbil untuk melakukan pengobatan dan setelah dilakukan perawatan kemudian di kasih obat korban beserta pelapor kembali pulang kerumah.

 

Selanjutnya pada hari Selasa tanggal 06 April 2021 sekira pukul 21.00 Wib pelapor kembali membawa korban ke RS. Camatha Sahidya Panbil karena tidak ada kemajuan, setelah melakukan pengobatan dan sesampainya sekira pukul 23.00 Wib korban sudah meninggal dunia sebagaimana Surat Keterangan Kematian RS. Camatha Sahidya Panbil tersebut.

 

Menerima laporan yang menjadi Tindak Pidana Penganiayaan Yang Menyebabkan korban Meninggal Dunia Rabu (31/03/2021) Pukul 02.00 Wib. Di Depan Hotel Pasific Jodoh Kec. Batu Ampar, Kemudian Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK., MH., melakukan penyelidikan lapangan dan benar telah terjadi Tindak Pidana Penganiayaan Yang Menyebabkan Meninggal Dunia.

 

Pada hari Rabu tanggal (07/04/2021) pukul 15.00 Wib. Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di sekitaran ruko belakang newton, sekira pukul 15.30 Wib pelaku insial IS Berhasil diamankan, Kemudian dilakukan pengembangan dan berhasil mengamankanpelaku insial N dan S sekira pukul 23.55 wib dilakukan pengembangan kembali dan berhasil mengamankan pelaku inisial MA dan RU, Selanjutnya para pelaku dibawah ke Polresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Berhasil di amankan barang bukti berupa Rekaman CCTV, 1 helai baju kaos warna hitam, 1 helai celana jeans warna biru dan 1 buah topi merk gucci. 

 

Atas kejadian tersebut pelaku dikenakan pasal Pasal 170 dan atau pasar 351 KUHPidana.


Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur SIK  membenarkan adanya tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, setelah di lakukan pengembangan terdapat 5 pelaku dan saat ini sudah di amankan oleh opsnal jatanras satreskrim Polresta Barelang untuk penyelidikan lebih lanjut ungkap Kapolresta Barelang.(RK)

 

 


 



Batam,RotasiKepri.com -- Unit Reskrim Reskrim Polsek Lubuk Baja yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja *IPDA FAJAR BITTIKAKA, S.Tr.K.*,dan Panit 1 Reskrim Polsek Lubuk Baja *IPDA AHMAD NASAL HARAHAP, S.E*. telah  berhasil mengamankan 1 orang Pelaku atas Tindak Pidana Penganiayaan dengan inisial S (37 Tahun)  di Nagoya Permai Blok C No.10 Kec. Lubuk Baja, Kota Batam. Sabtu (03/04/2021)


Berawal Pada hari Minggu (28/03/2021) sekira pukul 23.00 wib saat korban inisial IR pulang kerja dan di ajak pelaku ke Hotel Newtown, sesampinya di Newtown korban dan pelaku duduk di kantin sambil menunggu teman korban datang,setelah teman korban datang, pelaku bersama korban langsung naik ke lantai 2 dan masuk ke kamar 308. 


Saat di kamar teman korban inisial SR meminta korban supaya suara musiknya di besarkan  dan korban langsung membesarkannya namun setelah itu korban langsung keluar kamar dan duduk di depan pintu, tidak berapa lama kemudian pelaku keluar dan bertanya kepada korban ngpain duduk disini dan di jawab korban kan kamu suruh untuk menelphon teman nya tetapi pelaku tidak percaya dan meminta hp milik korban dan langsung mengecek hp korban, kerena pelaku tidak puas pelaku menarik korban kekamar.


setelah di dalam kamar korban dan pelaku cek cok mulut, saat itu juga pelaku langsung memukul pelapor berkali-kali dan setelah korban keluar kamar  pelaku terus memukul korban . Kemudian selanjutnya korban mendatangi Polsek Lubuk Baja selanjutnya melaporkan kejadian Penganiayaan tersebut ke SPKT Polsek Lubuk Baja. 



Menerima laporan korban Pada hari Senin (29/03/2021), Terhadap dugaan Tindak Pidana Penganiayaan kemudian setelah diminta keterangan terhadap saksi-saksi kemudian Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja IPDA FAJAR BITTIKAKA, S.Tr.K., dan Panit 1 Reskrim Polsek Lubuk Baja IPDA AHMAD NASAL HARAHAP, S.E melakukan penyelidikan di lapangan dan bahwa benar telah terjadi Tindak Penganiayaan.


kemudian Tim pun berdasarkan petunjuk dan ciri-ciri yang di jelaskan oleh pelapor melakukan pencarian terhadap di duga pelaku selanjutnya melakukan penangkapan  terhadap salah seorang terduga pelaku inisial S pada hari Sabtu (03/04/2021) sekira pukul 14.00 wib Di Rumah Makan Padang Sederhana Kec. Batu Ampar -Kota Batam, kemudian membawa pelaku ke Polsek Lubuk Baja guna proses lebih lanjut.


Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, SIK melalui Kapolsek Lubuk Baja AKP Satria Nanda, SIK membenarkan adanya dugaan Tindak Pidana Penganiayaan yang saat ini pelaku sudah di amankan oleh Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja Untuk Penyelidikan Lebih Lanjut.(RK) 


 


Batam, RotasiKepri.com -- Opsnal Jantanras Satreskrim Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK., MH., Telah mengamankan 1 orang sebagai pelaku dalam tindak pidana pencurian dengan inisial SH (43 Tahun) di Perum Pulomas Residence Batam Kota, Kota Batam. Sabtu (27/03/2021)


Berawal Pada Sabtu (27/03/2021) saat korban inisial SS bangun tidur untuk melaksanakan ibadah solat subuh yang mana pada saat itu pelaku juga bangun dan melaksanakan sholat dikamarnya,  setelah slesai melaksanakan sholat korban melihat kekamar pelaku, namun pelaku tidak ada dan  pakaian pelaku juga tidak ada. 


selanjutnya korban melihat barang barang miliknya sudah hilang antara lain berupa perhiasan Emas berbentuk kalung, gelang, cincing beserta liontin serta uang tunai sebesar Rp 7.000.000.00 ( Tujuh Juta Rupiah), Serta Uang Dolar Singapur Sin$ 200.


Menerima laporan Korban atas Tindak Pidana Pencurian yang terjadi Pada hari Sabtu (27/03/2021) Pukul 06.05 Wib. Di Perum Pulomas Residence Kemudian Opsnal Jantanras Satreskrim Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK., MH., melakulan penyelidikan lapangan dan benar telah terjadi Tindak Pidana Pencurian. 



Kemudian Pada hari Sabtu (27/03/2021) sekira pukul 10.30 Wib. Opsnal Jantanras Satreskrim Polresta Barelang mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada Di Kos Kosan Bengkong Sarmen, Sekira pukul 12.30 Wib. Opsnal Jantanras Satreskrim Polresta Barelang berhasil mengamankan pelaku dengan inisial SH, dan membawa pelaku ke  Polresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Terdapat barang bukti yang di amankan, 1 gelang tangan emas, Uang tunai sejumlah Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah), 1 Dompet, 1 switer warna merah, 1 celana jeans warna biru dongker.


Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur SIK  melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK membenarkan adanya Tindak Pidana pencurian dengan inisial SH (43 Tahun) yang saat ini sudah di amankan oleh Satreskrim Polresta Barelang ungkap Kapolresta Barelang.(RK) 


Batam, RotasiKepri.com -- Polresta Barelang - Unit Reskrim Polsek Sagulung yang di pimpin Oleh Kanit Reskrim Polsek Sagulung Iptu Muharka telah mengamankan 1 orang terduga Pelaku Perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur dengan inisial SP (26 Tahun) TKP di Kavling Nato segulung, Kota Batam. Rabu, (24/03/2021)


Berawal Senin (22/03/2021) sekitar pukul 12.00 wib pelaku tinggal berdua di rumah korban insial AS (10 tahun) sedangkan pada saat itu ayah korban insial S dan adik korban sedang berada di luar rumah, selanjutnya korban karena mau ke rumah nenek korban terlebih dahulu mandi dan pada saat mandi pelaku kemudian datang dan mengendong korban dari kamar mandi dan pelaku duduk di kamar tamu sambil memeluk korban yang di dudukan di atas paha pelaku dan pelaku kemudian membuka celananya dan mengosokgosokan alat kelamin pelaku ke alat kelamin korban dan sampai pelaku mengeluarkan cairan dari alat kelaminnya.

Bahwa pelaku sudah bekerja dengan ayah korban selama 6 bulan dan tinggal bersama ayah korban sebagai potograper dan pelaku di gaji oleh ayah korban sebesar rp. 1.200.000.

 

Atas kejadian tersebut Ayah korban datang melapor ke polsek sagulung pada hari Rabu (24/03/2021) sekitar pukul 21.00 wib dengan membawa pelaku dan setelah di mintai keterangan pelaku mengakui perbuatannya telah mencabuli korban sebanyak 1 kali dan ayah korban mengetahui kejadian tersebut setelah korban bercerita kepadanya atas pengakuan korban dan pelaku selanjutnya pelaku di amankan guna pengusutan lebih lanjut


Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, SIK melalui *Kapolsek Sagulung AKP Yusriadi Yusuf, SIK*membenarkan adanya Pelaku Pencabulan anak di bawah umur yang saat ini sudah di amankan oleh Unit Reskrim Polsek Sagulung ungkap Kapolresta Barelang.(RK)

 


RotasiKepri.com ( Batam) -- Unit Reskrim Polsek Sagulung yang di pimpin Oleh *Kanit Reskrim Polsek Sagulung IPTU Muharka telah berhasil mengamankan 1 orang terduga Pelaku Perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur dengan inisial SS (53 Tahun) di Mess perum Griya Laguna Mas Kel.Tembesi Kec. Sagulung-Kota Batam. Senin (22/03/2021) sekira pukul 01.30 Wib.


Berawal pada saat hari dan tanggal tersebut diatas, pelaku datang kerumah pelapor (ibu korban inisial DS ) dan meminta izin untuk membawa korban inisial RA ( 11 Thn ) membeli sepatu sekolah, dan karena pelaku adalah tukang ojek yang sering mengantar korban sekolah maka ibu korban memberi izin dan sekitar pukul 10.00 wib pelaku membawa korban menggunakan sepeda motor merk suzuki smash milik korban, kemudian sekira pukul 20.00 wib pelaku kembali mengantar korban kerumah pelapor tersebut, kemudian pada hari sabtu (20/03/2021) sekira pukul 22.00 wib korban memberitahukan kepada pelapor bahwa pelaku memegang dan meraba raba alat kelamin korban hari jumat (19/03/2021) sekira pukul 12.00 wib di rumah pelaku sehingga korban mengeluh saat buang air kecil, atas kejadian tersebut pelapor melaporkan ke Polsek Sagulung guna di proses lebih lanjut.


Setelah menerima Laporan dari pelapor, selanjutnya Unit Reskrim Polsek Sagulung melakukan serangkaian Penyelidikan dan membawa korban ke rumah sakit untuk di lakukan pemeriksaan medis terhadap korban. 


Dan  pada hari Senin (22/03/2021) sekira pukul 01.30 wib, Unit Reskrim Polsek Sagulung mendapat Informasi bahwa pelaku pencabulan tersebut berada di pos security perum Griya Laguna Mas Tembesi Kec. Sagulung sudah bersama bapak korban dan beberapa warga dan ketua RT setempat kemudian unit Reskrim Polsek Sagulung yang di pimpin oleh *Kanit Reskrim Sagulung Iptu Muharka* melakukan penangkapan terhadap pelaku dan mengamankan pelaku tersebut , Selanjutnya Pelaku di bawa ke Polsek Sagulung guna pemeriksaan lebih lanjut.


*Kapolresta Barelang Kombes pol Yos Guntur, SIK*melalui *Kapolsek Sagulung AKP Yusriadi Yusuf, SIK, MH* membenarkan adanya pelaku tindak pidana perbuatan pencabulan anak di bawah umur yang saat ini sudah di amankan oleh unit reskrim polsek sagulung untuk pemeriksaan lebih lanjut, ungkap Kapolresta Barelang. (RK) 




RotasiKepri.com( Batam) -- Polresta Barelang yang di pimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang *Kompol Andri Kurniawan, SIK, MH* berhasil mengamankan 3 pelaku dengan inisial PS, YK, BN dalam tindak pidana “Melawan Petugas Polri Yang Sedang Bertugas Dalam Kegiatan Pengamanan Rencana Pelantikan DPP Perkumpulan Masyarakat Flores Nusantara” bertempat di Taman Welcome To Batam. Sabtu (20/03/2021)


Berawal Jumat, (19/03/2021) sekira pukul 14.00 Wib Adanya surat pemberitahuan pelantikan DPP perkumpulan masyarakat flores Nusantara kepada Kapolresta Barelang yang di tanda tangani oleh inisal MK (Ketua Umum PMFN) yang akan dilaksanakan pada  Sabtu (20/03/2021) di Lapangan Welcome To Batam dengan undangan 500-1000 orang. Tanpa mengantongi izin dari Bidang Aset BP Batam selaku pengelola lokasi, Tim Gugus Tugas Covid-19 Prov Kepri, dan Pihak Kepolisian.


Kemudian  Jum'at (19/03/2021) sekira pukul 14.00 wib bertempat di lapangan Welcome To Batam Kel. Teluk Tering Kec. Batam Kota dilakukan upaya persuasif kepada pihak Panitia kegiatan yang diwakili oleh inisial AK perihal Pembongkaran tenda yang akan digunakan Kegiatan Deklarasi Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Masyarakat Flores Nusantara oleh Pihak Kepolisian. 


Upaya persuasif tersebut selalu dibantah oleh AK dan memprovokasi pihaknya dengan mengatakan “MAU JADI APA NEGARA INI KALO APARAT KEPOLISIAN TIDAK BERIMBANG” dan “MANA BUKTI ADA PIHAK LAIN YG TIDAK TERIMA DGN KEJADIAN INI”


Sekira pukul 14.55 wib dimana dari pihak penyelenggara tidak kunjung mengindahkan peringatan pihak Kepolisian maka dilakukan pembongkaran oleh petugas pemasang tenda dan anggota Dit Pam BP Batam dan Personil Polresta Barelang yang dipimpin oleh *Kabag Ops Polresta Barelang Kompol Lulik Febyantara, SIK,MH* agar tenda yang sudah terpasang untuk dilepaskan, ketika upaya pembongkaran tenda tersebut berlangsung, Pihak AK berteriak melarang dibongkar tendanya kemudian terjadi kericuhan dengan Pihak Kepolisian yang membubarkan dan saling dorong.


Pada saat kericuhan tersebut salah satu pihak Flores (DPO) mengatakan “Perang saja kita di sana di PKNTT” dan memicu kelompoknya bertindak anarkis dengan mendorong pihak kepolisian termasuk saksi An.Briptu Jieri Neilsen (saksi korban luka), Bripka Heru dan Bripka Sauzi yang berpakaian non uniform dimana saat itu korban sedang merekam seluruh kejadian di lapangan dan mengakibatkan Korban terjatuh dan HP pecah serta hilang ditengah kerumunan masa.


Atas kejadian tersebut diamankan 3 orang yang diduga Provokasi dengan inisial PS, YK, BN dibawa ke Polresta Barelang untuk di interogasi lebih lanjut.


Barang bukti yang di amankan berupa 1 batang besi, 1 lembar Nota berobat, 1  helai kaos warna merah, 2 helai kaos warna putih, 2 lembar Sprint Pengamanan tanggal 19 Maret 2021


Atas kejadian tersebut pelaku di jerat Pasal 212 jo Pasal 213  Ayat (1e)  jo Pasal 214 Ayat (1) dan ayat 2 Ke-1e dan/atau  335 Ayat (1) Ke-1e K.U.H.Pidana.


Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, SIK membenarkan telah di amankannya pelaku tindak pidana “Melawan Petugas Polri Yang Sedang Bertugas Dalam Kegiatan Pengamanan Rencana Pelantikan DPP Perkumpulan Masyarakat Flores Nusantara”. Dimana ketiga pelaku sudah di amankan oleh Satreskrim Polresta Barelang untuk Penyelidikan lebih lanjut. Ungkap Kapolresta Barelang.(RK-Tim) 





RotasiKepri.com (Batam) – Tersangka Inisial AKS, laki-laki, 19 Tahun, diamankan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri atas tindak pidana persetubuhan terhadap anak dibawah umur. Hal tersebut disampaikan oleh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH., didampingi Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, SH, S.Ik., MH. Jumat (19/3/2021).

″Berdasarkan Laporan Polisi : LP-B/31/III/2021 SPKT-Kepri, tanggal 15 Maret 2021., Waktu dan tempat kejadian perkara sekitar Bulan November 2021 di Polaris Hotel Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam. Dengan korban seorang anak dibawah umur berinisial GP dan Tersangka Inisial AKS, laki-laki, 19 Tahun″. Ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH.

″Kronologis Kejadian berawal dari tersangka yang memfollow akun Instagram milik korban dan mengajak korban untuk berkenalan, setelah akrab berkenalan di Media Sosial tersangka selanjutnya meminta nomor WhatsApp korban untuk berkomunikasi lebih lanjut. Kemudian pada akhir Bulan November 2020 sekira pukul 10.00 wib korban dijemput oleh tersangka dengan menggunakan sepeda motor di Daerah Batam Center, dengan maksud untuk mengajak korban makan dan jalan-jalan dan didalam perjalanan tersangka menawari korban untuk makan, namun korban menolak, setelah mendengar hal tersebut tersangka langsung membawa korban ke salah satu Hotel diwilayah Pelita, Kota Batam″. Jelas Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH.

″Saat sampai di Hotel tersangka melakukan check in kamar dan mengajak korban masuk ke dalam kamar dan setelah berada didalam kamar tersangka merayu korban dengan cara mencium dan memeluk korban, namun korban menolak dengan menepis tangan tersangka, pada saat itu tersangka kembali meraih tangan korban dan merayu korban. Lalu tersangka melakukan persetubuhan layaknya suami istri″. Imbuh Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH.

″Lalu pada bulan januari 2021 korban mengetahui bahwa dirinya telah hamil atas perbuatan yang dilakukan oleh tersangka, mengetahui hal tersebut tersangka menyarankan untuk menggugurkan kandungan korban, tapi tidak terlaksana dan sampai saat ini korban telah hamil Empat bulan. Modus Operandi tersangka ini adalah Meyetubuhi korban dengan cara membujuk korban dengan berjanji akan menikahi dan tidak akan meninggalkan korban″. Jelas Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH.

″Selanjutnya Pada hari kamis tanggal 18 maret 2021 sekira pukul 16.00 wib Tim dari Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di Mustafa Plaza Batam Center. Mengetahui hal tersebut Tim langsung menuju ke lokasi dan ketika melihat tersangka langsung melakukan penangkapan dan membawa tersangka ke Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut″. Ujar Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH.

″Barang Bukti yang diamankan adalah 1 Helai Dress warna hitam, 1 Helai Bra warna Hitam, 1 Helai celana dalam warna merah jambu, 1 lembar Fotocopy Akte Kelahiran atas nama korban, 1 lembar Fotocopy Ijazah atas nama korban, 1 Lembar Kwitansi berobat di RS. Elizabet, dan 1 lembar hasil USG korban″. Tutur Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH.

″Atas perbuatannya tersangka dapat dikenakan Pasal 81 Ayat (2) Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang - Undang. Dengan Ancaman Pidana Penjara Paling Singkat 5 Tahun Dan Paling Lama 15 Tahun Dan Denda Paling Banyak Rp. 5.000.000.000,- (Lima Milyar Rupiah)″. Tutup Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKBP Imran, SH.

Saat ditanyai oleh awak Media Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, SH, S.Ik., MH. Mengatakan ″Bahwa pada tanggal 15 Maret 2021, orang tua korban yaitu ibu nya memberikan Laporan di Polda Kepri, ibu korban menyampaikan bahwa anaknya telah hamil empat bulan akibat melakukan persetubuhan dengan Inisial AKS. Setelah anaknya Hamil empat bulan barulah kasus ini diketahui. Tersangka ini juga mengiming-imingi bahwa ia akan bertanggung jawab dan menikahi korban apabila sikorban ini hamil atas perbuatan terlarang yang mereka lakukan akan tetapi saat orang tuanya korban mengetahui bahwa anaknya telah hamil tidak ada pertanggungjawaban dari tersangka ini″. Jelas Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, SH, S.Ik., MH.

″Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan bahwa tersangka ini telah melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak enam kali semenjak November 2020 hingga awal Maret tahun 2021 dengan iming-iming dan bujuk rayu bahwa dia akan bertanggung jawab dan akan menikahi korban, sehingga korban pun merasa hal itu tidak jadi permasalahan namun ternyata tidak sesuai dengan diharapkan, tersangka ini tidak mau bertanggung jawab sama sekali″. Tutup Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Dhani Catra Nugraha, SH, S.Ik., MH.(RK-Tim) 


 


RotasiKepri.com ( Batam) – Empat orang pelaku Pencurian kendaraan bermotor berhasil diamankan oleh tim Opsnal Dit Reskrimum Polda Kepri, pelaku berinisial YF, EP, ES, dan Inisisal MF diamankan saat melakukan transaksi jual beli. Hal tersebut disampaikan Oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., didampingi oleh Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik., saat Konferensi Pers di Mapolda Kepri, Rabu (17/3/2021).


Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., mengungkap, kronologis kejadian bermula pada 5 hari di 5 tempat kejadian yang berbeda sesuai laporan polisi, para korban memarkirkan sepeda motornya di halaman rumah dalam keadaan terkunci. kemudian di pagi harinya saat motor korban hendak digunakan, didapati bahwa motor korban sudah tidak berada di tempat / dicuri.


Adapun Laporan Polisi yang masuk yaitu Laporan Polisi nomor: LP- B / 33 / III / 2021 / SPK – Polsek Batu Aji tanggal 16 maret 2021, Laporan Polisi nomor: LP- B / 105 / III / 2021 / SPK – Polsek Sagulung tanggal 10 maret 2021, Laporan Polisi nomor: LP- B / 112 / III / 2021 / SPK – Polsek Sagulung tanggal 16 maret 2021, Laporan Polisi nomor: LP- B / 34 / III / 2021 / SPKT Polda Kepri tanggal 16 maret 2021, Laporan Polisi nomor: LP- B / 35 / III / 2021 / SPKT Polda Kepri tanggal 17 maret 2021.


“Pada Hari Selasa, 16 Maret 2021, sekira pukul 16.00 Wib, berawal dari informasi masyarakat bahwa ada seseorang yang akan melakukan transaksi penjualan 1 Unit Motor Yamaha Mio 3 warna Hitam/Putih. Mendapatkan Informasi tersebut Tim langsung meluncur ke tempat kejadian, kemudian Tim Opsnal Subdit 3 Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyamaran terhadap yang diduga tersangka di warung dekat jembatan 2 Barelang. Sekira pukul 16.45 Wib, tersangka Inisial YF Datang Bersama Tiga Tersangka Lainnya menggunakan 4 kendaraan bermotor yaitu berinisial ES, EP Dan MF. Kemudian Tim Langsung melakukan penangkapan terhadap para tersangka dan selanjutnya keempat tersangka beserta 11 Unit motor sebagai barang bukti dibawa ke Ditreskrimum Polda Kepri untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.” Jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


Selanjutnya Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik., menjelaskan, keempat tersangka melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan pada malam hari ketika korban sedang beristirahat di dalam rumah. Adapun keempat tersangka terlebih dahulu merusak kunci kontak motor korban yang diparkir di halaman rumah korban menggunakan gunting dan kemudian membawa kabur motor korban.”


Adapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah :

1. 1 unit motor yamaha mio M3 warna putih;

2. 1 unit motor yamaha vega r warna hitam;

3. 1 unit motor yamaha mio sporty warna merah maron;

4. 1 unit motor yamaha vega r warna merah

5. 1 unit motor yamaha mio warna merah – putih

6. 1 unit motor yamaha vega warna biru hitam

7. 1 unit motor yamaha mio warna merah

8. 1 unit motor yamaha vega warna oranye

9. 1 unit motor yamaha mio warna putih

10. 1 unit motor yamaha jupiter z warna hijau

11. 1 unit motor honda beat warna merah


“Kepada masyarakat dan kepada orang tua, sekali lagi kepada orang tua untuk mengawasi putra dan putrinya dalam bergaul. Kita lihat dari Sebagian besar tersangka pelaku curanmor ini adalah berstatus pelajar. Oleh karna itu kita menghimbau kepada orang tua mengawasi secara ketat secara terus menerus perilaku dan pergaulan anak – anaknya. Kemudian kepada masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan roda duanya dapat melakukan pengenalan dengan datang ke Mapolda Kepri dan membawa indentitas kendaraannya yaitu STNK dan BPKB.” Tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


Atas perbuatan nya para pelaku diancam dengan Pasal 363 K.U.H.Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

(RK-Tim) 



 



RotasiKepri.com ( Simalungun) -- SS alias Hendrik (39), warga Pasar Lama, Nagori Syahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun kini tidak bisa lagi berkutik setelah ditangkap anggota Kepolisian dari Satuan Reserse Narkoba Polres Simalungun, Selasa (16/3/2021) siang sekira pukul 11.30 Wib.


Hendrik meruoakan terduga pelaku yang menyebarkan dan menjual narkotika jenis sabu kepada warga diwilayah Kampung Pasar Lama, Nagori Syahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Sumut.

 

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, SIK melalui Kasubbag Humas AKP Lukman Hakim Sembiring SH kepada Rotasi Kepri.com, Rabu (17/3/2021) siang sekira pukul 12.15 Wib mengatakan penangkapan Pelaku Hendrik berawal adanya informasi masyarakat melalui Aplikasi Horas Paten Polres Simalungun bahwa di Kampung Pasar Lama, Nagori Syahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, sering dijadikan sebagai tempat penyalahgunaan dan peredaran narkoba.


Selanjutnya Kasatres Narkoba AKP Adi Haryono SH memperintahkan Katim I AIPTU Aswin Manurung melakukan penyelidikan. Lalu hari Selasa (16/3/2021) siang sekira pukul 11.30 Wib Kantin I AIPTU Aswin Manurung bersama Tim Opsnal berhasil meringkus Pelaku Hendrik dirumahnya di Pasar Lama tersebut dengan barang bukti 1 lembar gulungan uang Rp. 2.000 yang didalamnya berisi 1 bungkus plastik klip berisi diduga narkotika jenis shabu dengan berat kotor atau bruto 0,59 gram, 9 bungkus plastik klip kosong tepat dibawah kakinya, 1 unit HP Nokia warna hitam, 1 kaca pirex berisi sisa bakaran shabu, 1 pipet plastik dan 1 buah gunting.


Diinterogasi Pelaku Hendrik mengakui Shabu itu miliknya yang diperoleh dari daerah Nagori Wonorejo, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun. Mendengar itu Pelaku Hendrik dan barang bukti diboyong keruangan penyidikan Satres Narkoba Polres Simalungun.


"Pelaku SS alias Hendrik sudah diamankan guna dilakukan penyidikan dan diproses sesuai UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,"kata AKP Lukman Hakim Sembiring mengakhiri. (RK - taman)






RotasiKepri.com ( Batam) -- Unit Opsnal Reskrim Polsek Nongsa yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Iptu Syofian Rida S.H., M.H, telah mengamankan 1 orang laki-laki dewasa sebagai pelaku Tindak Pidana Sajam Dan Tindak Pidana Perbuatan Tidak Menyenangkan dengan inisial AB (24 Tahun) di Perum. Citra Mas Indah Kel. Batu besar Kec.Nongsa Kota Batam. Senin (15/03/2021) 


Berawal Pada hari Senin (15/03/2021) sekitar pukul 15.30 Wib, korban inisial DH (40 Tahun) saat itu sedang menonton tv di dalam rumah, pelaku datang ke rumah korban menanyakan masalah ganti rugi lampu mika depan sepeda motor Suzuki FU. pelaku yang di senggol oleh anak korban. Setelah korban bertemu dengan pelaku, korban mengatakan bahwa Lampu motor FU pelaku akan di ganti minggu depan, karena korban sudah memesannya. Karena mendengar jawaban korban seperti itu, pelaku kembali ke rumahnya, namun setelah beberapa menit kemudian pelaku datang kembali ke rumah korban dengan membawa sebilah parang sambil mengatakan korban maling dan keluarga maling. Atas perbuatan pelaku korban melaporkan kejadian tersebut Ke Polsek Nongsa. 


Menerima laporan dari korban  Anggota Opsnal Reskrim Polsek Nongsa mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada diduga pelaku Tindak Pidana Sajam Dan Tindak Pidana Perbuatan Tidak Menyenangkan  sedang berada di rumahnya yang beralamat di Perumahan Citra Mas Indah Kel. Batu besar Kec. Nongsa Kota Batam, Mendapatkan informasi tsb, dipimpin Kanit Reskrim Iptu Syofian Rida Sh, Mh anggota Unit Opsnal Reskrim Polsek Nongsa mendatangi lokasi dan melakukan penangkapan kepada tersangka yang saat itu berada di rumahnya. selanjutnya tersangka di bawa ke Mako Polsek Nongsa beserta barang bukti  untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Terdapat barang bukti yang di amankan berupa  1 Buah Parang bergerigi dengan gagang warna hitam dan 1 buah Flashdisk dengan isi File Rekaman Video kejadian yang di lakukan tersangka.



Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur SIK ,melalui Kapolsek Nongsa AKP I Made Putra S, SIK  membenarkan adanya Dugaan Tindak Pidana Penganiayaan yang di lakukan oleh pelaku inisial R  (23 Tahun) yang saat ini sudah di amankan oleh Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja ungkap Kapolresta Barelang. (RK) 



 


RotasiKepri.com ( Palangkaraya) – Polresta Palangka Raya – Seorang pria bernama Heru Siswanto (30) warga Kelurahan Petuk Ketimpun Palangka Raya diringkus oleh Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Palangka Raya, Polda Kalteng, Selasa (16/3/2021) siang.


Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, S.I.K., S.H., M.Hum melalui Kasatresnarkoba Kompol Asep Deni Kusmaya, S.H, menjelaskan, tersangka diamankan karena tertangkap tangan memiliki satu paket yang diduga merupakan narkotika jenis sabu.


Asep menambahkan, tersangka berikut barang bukti diamankan oleh Petugas di tempat tinggal tersangka yang berlokasi di bilangan Jalan Raflesia Kelurahan Petuk Ketimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya.


Dari tangan tersangka Petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa satu buah paket yang diduga narkotika jenis sabu seberat 0,38 gram, satu buah pipet kaca, satu buah bong (alat hisap sabu) dan sebuah korek api.


“Akibat perbuatannya pelaku dapat dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 12 Tahun penjara,” pungkasnya (RK - Tim) 

 


RotasiKepri.com ( Batam) – Dua orang tersangka Inisial DOF alias O dan Inisial AR alias R berhasil diamankan oleh Tim Opsnal Ditreskrimum Polda Kepri atas tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., didampingi Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik. Selasa (16/3/2021).


″Kejadian Tindak Pidana Pencurian dengan kekerasan ini terjadi pada hari Sabtu tanggal 13 Maret 2021 sekira jam 22.00 wib dijalan depan Komplek Ruko Greend Land tepatnya dibelakang Gedung Graha Pena, Batam Kota. Dengan korban seorang perempuan 30 tahun berinisial IRS dan tersangka pertama berinisial DOF alias O dan tersangka kedua berinisial AR alias R″. Ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


″Kasus ini berawal dari perkenalan korban IRS dengan tersangka Inisial DOF alias O melalui Aplikasi Media Sosial Tantan pada Selasa tanggal 9 Maret 2021. Kemudian pada Sabtu, 13 Maret 2021 tersangka DOF alias O bertemu dengan korban di seputaran Mall BCS, setelah bertemu korban diajak jalan dengan sepeda motor tersangka memutari daerah sekitar Batam Center, kemudian saat berada di pinggir jalan depan Komplek Ruko Greend Land tersangka berhenti dan menurunkan korban, kemudian selang tidak terlalu lama datang rekan tersangka berinisial AR alias R datang dan langsung membekap mulut korban serta membanting korban dan kemudian korban di injak-injak oleh tersangka ini, setelah mengalami beberapa pendarahan dibagian gigi dan sekujur tubuh korban kedua tersangka ini melucuti korban dan mengambil seluruh barang-barang berharga milik korban. Kemudian korban ditinggalkan di TKP tersebut dan kedua tersangka ini kabur bersama barang milik korban″. Jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


″Kemudian pada Pada hari senin, 15 maret 2021, Tim Teknis dari Ditreskrimum Polda Kepri menerima informasi akan adanya transaksi penjualan Handphone merk Oppo reno 4F warna hijau casing warna hitam yang mirip dengan Handphone milik korban. Pada jam 15.00 wib Tim langsung menuju di salah satu Hotel dikawasan Pelita, Kota Batam dan melihat tersangka Inisial AR alias R yang sedang berada di Lobby Hotel dan langsung diamankan, saat dilakukan penggeledahan ditemukan Handphone merk Oppo yang mirip dengan milik korban, kemudian saat dilakukan pengembangan tim melihat tersangka Inisial DOF alias O yang sedang memarkirkan kendaraannya di ujung parkiran di Ruko Komplek Wira Mustika atau tepatnya dibelakang Hotel, kemudian tim langsung mengamankan tersangka kedua ini″. Jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


″Setelah kedua tersangka ini berhasil diamankan dan mengakui perbuatannya selanjutnya tim melakukan pengembangan untuk melakukan pencarian barang bukti lainnya, pada saat melakukan pencarian barang bukti kedua tersangka ini berupaya untuk melarikan diri dan melawan petugas sehingga terhadap kedua tersangka diberikan tindakan tegas dan terukur″. Tutur Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


″Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1 Unit Handphone merk Oppo Reno 4F milik korban, 1 buah Kalung Emas milik korban, 1 buah Tas warna Hijau milik korban, 1 Unit Handphone milik tersangka DOF alias O, dan 2 Unit sepeda motor yang digunakan oleh kedua tersangka. atas tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka ini korban mengalami luka pada bagian rahang, gigi dan disekujur tubuhnya, korban juga mengalami kerugian Materil sebesar Rp. 4.500.000,-. Terhadap kedua tersangka ini diterapkan Pasal 365 KUHP Pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 9 Tahun″. Imbuh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


″Modus Operandi tersangka ini adalah berkenalan dengan korban melalui  sarana Aplikasi Media Sosial Tantan. Kemudian mengajak korban untuk bertemu langsung dan membawa korban ke tempat sepi, lalu tersangka lainnya datang dan melakukan aksi kejahatannya″. Ujar Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik.


″Sebelum melaksanakan aksinya ini kedua tersangka terlebih dahulu menyusun skenario kejahatannya dimulai dari menentukan korbannya, tempat pertemuan hingga lokasi kejahatan ini berlangsung. Perlu diketahui juga bahwa tersangka Inisial AR alias R adalah Residivis yang baru keluar dari Lapas pada November 2020 yang lalu dalam kasus Curanmor, dalam kasus sekarang ini masih terus kita kembangkan dan tidak menutup kemungkinan masih ada kejahatan lainnya″. Jelas Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.Ik.


″Dihimbau kepada seluruh Masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan Media Sosial, lebih meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan pertemuan dengan orang yang baru dikenal melalui media sosial, bisa jadi hal tersebut merupakan modus dari para pelaku kejahatan″. Tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. (RK) 



 


RotasiKepri.com ( Tanjung Pinang) - Sat Resnarkoba Polres Tanjungpinang berhasil meringkus kasus tindak Pidana Narkotika di Jln. Kijang Lama No.11 RT 2 RW 3 km.6 Kel. Melayu Kota Piring Kec. Tanjungpinang Timur pada hari Kamis, 25 Februari 2021. 


Bermula pada hari Kamis, 25 Februari 2021 sekira pukul 11.30 wib, setelah dilakukan penangkapan terhadap Lk."AT" karena memiliki, menyimpan dan menguasai 2 (dua) paket diduga Narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik bening yang diakui didapat dari seorang laki-laki bernama "J" yang bertempat tinggal km.6 Kota Tanjungpinang. 


Mendapatkan informasi tersebut, anggota Satres Narkoba langsung menuju ke rumah Lk."J". Setibanya dirumah yang dicurigai, anggota Satres Narkoba masuk ke dalam rumah dan mengamankan laki-laki yang bernama lk. "J".


Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando, S.I.K., S.H. melalui Kasat Res Narkoba AKP Ronny B, SH, mengatakan bersama Ketua RT telah dilakukan penggeledahan dan berhasil ditemukan 1 (satu) buah jaket yang di gantung di lemari yang didalam sakunya ada 1 (satu) buah kotak rokok Sampoerna Menthol berisikan 6 (enam) paket diduga sabu dengan berat 3,93 gram, 1 (satu) buah macis gas, 1 (satu) timbangan digital, 1 (satu) buah botol plastik berisikan plastik bening, seperangkat alat hisap sabu yang sempat dibuangnya sebelum ditangkap dan juga turut mengamankan 1 (satu) unit Hp. 


"Hasil tes urine positif narkoba, pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Tanjungpinang guna kepentingan Penyelidikan dan Penyidikan lebih Lanjut", terang Kasat Res Narkoba


Atas perbuatannya pelaku akan di jerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1)  UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun.


Kasat Res Narkoba AKP.Ronny B, SH juga menghimbau agar masyarakat ikut serta dalam memberantas narkoba, membantu Polres Tanjungpinang dalam memberikan informasi terkait dugaan Tindak Pidana Narkoba yg terjadi dengan menghubungi No. TLP/WA 085805316658. (RK) 





RotasiKepri.com ( kab. Way Kanan) --Satresnarkoba Polres Way Kanan  berhasil membekuk seorang pelaku yang diduga melakukan peredaran gelap narkotika bukan tanaman jenis sabu di Kampung Bumi Ratu Kecamatan Umpu Semenguk Kabupaten Way Kanan. Selasa (16/3/2021). 

Tersangka berinisial  APS (20) berdomisili di Ujan Mas Kampung Gunung Katun Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan. 

Kapolres Way Kanan AKBP Binsar Manurung melalui Kasat Narkoba IPTU Mirga Nurjuanda menerangkan ”pemuda ini kita amankan diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabu - sabu.” Imbuhnya. 

Penangkapan berawal pada hari Senin tanggal 15 Maret 2021 sekitar pukul 00.30 WIB, Satresnarkoba Polres Way Kanan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa adanya peredaran gelap narkotika jenis sabu di Kampung Bumi Ratu Kecamatan Umpu Semenguk Kabupaten Way Kanan. 

Menindak lanjuti informasi tersebut, petugas langsung menuju Kampung Bumi Ratu Kecamatan Umpu Semenguk Kabupaten Way Kanan untuk melakukan penyelidikan. 

Pada saat itu terlihat seorang laki-laki yang mencurigakan, lalu petugas dari Satresnarkoba Polres Way Kanan  mendekatinya  namun melihat kedatangan petugas  diduga pelaku pengedar tersebut
mencoba melarikan diri sehingga oleh petugas lansung diamankan tanpa perlawanan. 

Hasilnya benar saat  dilakukan penggeledahan badan/pakain atau tempat tertutup lainnya petugas menemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik klip bening ukuran kecil yang berisikan kristal putih diduga narkotika jenis sabu yang di simpan di dalam dompet warna coklat milik APS di dalam kantong celana bagian belakang sebelah kanan. 

Lebih lanjut,  tersangka dan barang bukti diduga narkotika jenis sabu dibawa ke Polres Way Kanan guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. 

Tersangka dapat dikenai dengan pasal 114 ayat (2) atau pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun,” Ungkap Kasatnarkoba.(RK) 

 



RotasiKepri.com ( Jakarta) -- Jajaran Polda Jawa Timur menangkap empat orang yang diduga melakukan perampokan toko emas di Banyuwangi. Dalam perbuatannya itu, pelaku berhasil membawa emas sebanyak 4,3 Kilogram (KG). 


Aparat kepolisian menangkap tiga orang yakni, FR, AW, DH. Saat ini mereka sudah dilakukan penahanan di Polres Banyuwangi. 


"Memproses tiga tersangka tsk dan melakukan penahanan di Polres Banyuwangi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam siaran persnya, Jakarta, Senin (15/3).


Kejadian ini diawal oleh adanya hubungan bisnis antara para tersangka dengan pemilik toko emas yang dalam hal ini dirampok oleh pelaku. Hal itu lantaran, adanya soal utang piutang kedua belah pihak. 


"Kasus terjadi karena hutang piutang, kemudian terlapor mengambil hak-nya berupa perhiasan emas karena pelapor tidak mau membayar uang perjanjian bisnis," ujar Argo. 


Sebetulnya, dikatakan Argo, terkait kasus ini, pihak Polsek Genteng sudah mencoba untuk melakukan mediasi kedua belah pihak. Tetapi, hal itu tidak berhasil atau buntu.


"Sebelum peristiwa terjadi, sudah melakukan mediasi, namun deadlock yang akhirnya terjadi dugaan peristiwa pidana," ucap Argo. 


Sementara itu, dalam perkara ini juga diduga melibatkan seorang oknum kepolisian dari jajaran Polsek Pamekasan AIPTU AW juga ikut diamankan lantaran diduga memiliki peran dalam peristiwa itu. 


Aiptu AW diketahui, diminta oleh salah satu tersangka untuk menjaga pintu masuk toko emas tersebut ketika peristiwa pencurian itu terjadi. Atas hal itu, AW sudah diproses oleh Propam Polda Jatim.


"Untuk keterlibatan AIPTU AW sednag dalam proses hukum oleh Propam Polda Jatim," ucap Argo.


Barang bukti yang disita antara lain, emas  4.315,35 gram dan sebuah mobil yang digunakan tersangka. Atas perbuatannya, mereka disangka melanggar Pasal 365 ayat (1) (2) 2e subsidair Pasal 363 ayat (1) 4e KUHP. ( RK) 



RotasiKepri.com ( Batam) -- Unit Reskrim Polsek Belakang Padang yang di pimpin oleh  *Kanit Reskrim  Polsek Belakang Padang Ipda Doddy Basyir, S.H*   telah berhasil mengamankan 2 orang Laki-laki  dewasa terduga Pelaku Tindak Pidana Pencurian Kipas Mesin Tempel 40 PK Yamaha dengan inisial LL (43 Tahun) dan MA (21 Tahun) di Gudang Ikan milik Nabil Bin Adam Pulau Kasu Kelurahan Kasu  Kec. Belakang Padang - Kota Batam. Jumat (26/03/2021)


Pada hari Jumat  (26/02/2021) sekitar pukul 03.00 Wib, pelapor insial N ( Sebagai Pemilik Kipas Boat ) dari rumah mau kegudang ikan pada saat sampai di gudang ikan pelapor masih melihat kipas mesin masih ada dan terpasang pada pukul 08.00 wib. Pelapor melihat Kipas Mesin sudah tidak ada dan langsung keluar pergi kearah kasu barat, Pada saat perjalanan pelapor melihat sebuah boat yang melaju dan pada saat di panggil ( melambaikan tangan ) boat tersebut tidak mau berhenti dan langsung pergi, ketika di kejar oleh pelapor boat tersebut sudah hilang jejak sehingga tidak dapat di temukan. 


Atas kejadian tersebut Korban Mengalami Kerugian Sebesar Rp. 4.000.000 ( Empat Juta Rupiah ) dan Pelapor Melaporkan ke kepolisian Polsek Belakang Padang.


Menerima laporan tersebut, Anggota Unit  Reskrim Polsek Belakang Padang yang di pimpin oleh *Kanit Reskrim Polsek Belakang Padang Ipda Doddy Basyir. S.H*. mendatangi TKP dan Mengumpulkan  bukti-bukti & saksi-saksi yang cukup dan mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang berada Pulau  Moro Kabupaten Karimun, unit opsnal langsung menuju Pulau moro  serta berkoordinasi dan bekerjasama dengan  opsnal unit reskrim Polsek Moro Polres Karimun untuk mencari keberadaan pelaku, setelah bertemu dengan pelaku, unit opsnal langsung melakukan penangkapan dan mengamankan pelaku, selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Belakang Padang guna Pengusutan Perkara Lebih lanjut.


Terdapat beberapa barang bukti yang di amankan berupa 1 unit kipas stainless 40 Pk merk SOLAS Seri 3321.110.15 , 1 unit speed Boat berwarna Hitam dengan Mesin 40 Pk merk Yamaha.


Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur SIK  melalui Kapolsek Belakang Padang AKP Sulam, SH  membenarkan adanya tindak pidana pencurian yang di lakukan oleh 2 pelaku LL dan MA yang saat ini kedua pelaku sudah di amankan oleh unit reskim polsek belakang padang. ( RK - Tim) 


 

ket foto : Ilustrasi

RotasiKepri.com ( Taput, Sumut ) -- Kejadian tragis pembunuhan yang dilakukan seorang adik terhadap abangnya hingga tewas di Dusun Pangaloan Desa Paniaran Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara, Rabu (10/3/2021), sekira pukul 18.30 Wib

Korban bernama Ambronsus Nababan (34) tewas ditangan adik kandungnya Swandi Nababan (18), dengan pukulan dikepala sebanyak 6 kali menggunakan kayu.

Korban dan pelaku adalah merupakan  Abang dan Adik (saudara) kandung, anak dari pasangan suami istri yakni Arli Nababan (63) dan Fine br Tampubolon (61). Akibat peristiwa berdarah itu tampam duka mendalam dan kekalutan diwajah pasangan suami yang menetap di Dusun Pangaloan Desa Paniaran Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara, dimana harus kehilangan satu anaknya meninggal dunia dan menyaksikan satu anaknya harus masuk penjara.

Anak mereka Ambronsus Nababan (34) meninggal dunia setelah dipukul adik kandungnya Swandi Nababan (18). Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Rabu (10/3) sore sekitar pukul 18.30 WIB di Dusun Pangaloan, Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong.

Kapolres Taput, AKBP Muhammad Saleh SIK. MM melalui kasubbag humas Aiptu W.Baringbing membenarkan adanya peristiwa tersebut. Disampaikannya, Swandi Nababan memukul abangnya Ambronsus Nababan dengan menggunkan kayu di bagian kepala sebanyak 6 kali hingga abangnya tewas di tempat kejadian.

“Benar peristiwa tersebut terjadi Rabu (10/3) pukul 18.30 WIB di rumah orang tua mereka sendiri di Dusun Pangaloan, Desa Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara,”sampainya.

Lebih lanjut dipaparkan, dari hasil pemeriksaan polisi atas saksi maupun tersangka, kejadian tersebut berawal saat itu Ambronsus mendatangi ibunya Fine Tampubolon ke rumahnya dengan marah-marah tanpa sebab. Waktu itu, di rumah itu ada ibunya dan dua orang adiknya, Suheri Nababan (22) dan Swandi Nababan (18). Sementara bapak mereka Arli Nababan masih di kebun.

Di hadapan kedua orang adiknya, Ambronsus Nababan langsung mencekik leher ibunya dan hendak menusuk pakai gunting yang sudah dipersiapkannya sebelumnya. Melihat hal tersebut, Suheri Nababan menangkap korban dan melarang serta mengevakuasi ibunya keluar rumah.

Namun korban masih berusaha untuk mengejar ibunya. Melihat itu, Swandi Nababan tidak terima dan langsung mengambil kayu dari samping rumahnya dan memukul kepala Ambronsus Nababan hingga terkapar dan tewas di tempat.

Setelah Ambronsus Nababan tewas di tempat, Swandi langsung menyerahkan diri ke Polsek Siborongborong.

Dari keterangan yang kita peroleh dari saksi-saksi yang lain, bahwa korban memang selama ini jahat sama orang tuanya dan bahkan sering mengancam-ancam dan memarahi nya. Rumah korban dengan ibunya memang berdekatan dan korban sudah menikah dan memilik dua anak. Sedangkan tersangka dan abang nya Suheri Nababan masih satu rumah dengan orang tua nya karena masih lajang,” terang Aiptu W.Baringbing .

Polisi sudah melakukan olah TKP, mengamankan Barang Bukti serta membawa korban ke RSU untuk dilakukan Visum. Sedangkan tersangka sudah diamankan di Polsek Siborongborong guna kepentingan penyidikan (RK - taman/NC.id)

 

Ket foto: pelaku dan barang bukti yang diamankan


RotasiKepri.com ( Simalungun) -- Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Perdagangan, Polres Simalungun berhasil meringkus Pengedar atau Penjual narkotika jenis shabu di Huta I Nagori Bandar Sakti, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun berinisial HS alias Horas (36), Kamis (11/3/2021) siang sekira pukul 12.00 Wib.


Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, SIK melalui Kasubbag Humas AKP Lukman Hakim Sembiring, SH dikonfirmasi, Jumat (12/3/2021) malam sekira pukul 20.00 Wib mengatakan penangkapan itu berawal adanya informasi masyarakat melalui Aplikasi Horas Paten Polres Simalungun.


Selanjutnya Kapolsek Perdagangan AKP Josia, SH, MH memperintahkan Kanit Reskrim IPTU S Sagala melakukan penyelidikan. Lalu hari Kamis (11/3/2021) siang sekira pukul 12.00 Wib Kanit Reskrim bersama Tim Opsnal berhasil meringkus Pelaku HS alias Horas di Huta I Nagori Bandar Sakti, Kecamatan Bandar Masilam dengan barang bukti 1 unit Handphone (Hp) merk Nokia warna hitam, 1 bungkus kotak rokok Surya berisikan 3 bungkus plastik klip sedang diduga berisi narkotika jenis shabu dan 1 bungkus plastik klip besar berisikan 23 bungkus plastik klip kecil diduga berisikan narkotika jenis shabu.


Kemudian 1 bungkus plastik klip besar berisikan 47 bungkus plastik klip kecil kosong, 1 bungkus plastik klip besar berisikan 63 plastik klip kecil kosong, 2 buah sekop terbuat dari pipet plastik, 2 buah bong terbuat dari botol plastik, 2 buah kaca pirex, 1 buah mancis biru serta Uang tunai Rp. 200.000 yang diduga hasil dari penjualan narkotika jenis shabu. 


Diinterogasi Pelaku Horas mengakui pemilik seluruh barang bukti itu sehingga Kanit Reskrim perintahkan Tim Opsnal memboyong Pelaku Horas dan seluruh barang bukti keruangan pemeriksaan Unit Reskrim Polsek Perdagangan.


"Dari Pelaku HS alias Horas disita barang bukti Shabu diperkirakan total berat kotor atau bruto 7,32 gram. Hingga saat ini Pelaku Horas sudah diamankan di Polsek Perdagangan guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut sebelum diserahkan ke Satres Narkoba Polres Simalungun,"kata AKP Lukman Hakim Sembiring mengakhiri. (RK - taman)




Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.