Articles by "Pertanian"

Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

 


RotasiKepri.com ( Sintang, Kalbar ) - Kodim1205 /Sintang telah melakukan langkah nyata  pelopor ketahanan pangan dikabupten Sintang, melalui pembuatan lokasi Wisata Petik Sayur (WPS) dan Demonstrasi Plot (Demplot) di ujung eks Bandara Susilo Sintang.


WPS dan Demplot dilaksanakan oleh Kodim1205/Sintang atas atensi dari Danrem121/Abw sebagai upaya percontohan bagi masyarakat peladang dikabupten Sintang.


"Secara technis bisa saya jelaskan disini Demplot ini merupakan tanah yang kita jadikan contoh sebagai lahan pertanian yang tanpa melalui proses pembakaran bahan," jelas Dandim 1205/Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan pada Sabtu (06/03/21).


Pada kesempatan itu Dandim 1205/Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan juga mengajak Andrianus Limbai merupakan salah satu petani inspiratif yang mampu belajar secara otodidak.


"Beliau ini telah mampu melestarikan lingkungan dengan cara menanam berbagai jenis tumbuhan di lingkungan daerah nya dan juga telah kita luncurkan bukunya dengan judul "Mutiara Bumi Senentang," ujar Dandim 1205/Sintang.


Perlu diketahui dalam buku ini Dandim 1205/Sintang mencoba menuangkan pemikiran pemikiran inspiratif seorang petani yang mampu melakukan penelitian terhadap tumbuhan dalam melestarikan lingkungan.


"Banyak sekali ilmu yang bermanfaat bagi kita semua, sehingga saya mencoba menulis dan menuangkan kedalam sebuah buku ini yang mana buku ini dapat di baca dan di pelajari bagi masyarakat luas terutama masyarakat kabupaten sintang ini," ungkap Eko Bintara.


Lanjut Dndim 1205/Sintang Demplot ini akan dipublikasikan kepada masyarakat luas khususnya masyarakat Kabupaten Sintang bahwa ini bisa menginspirasi bagi masyarakat mengolah tanah pertanian dan bercocok tanam tanpa melalui tahapan membakar lahan.


"Pak Limbai kita ajak kesini dengan maksud untuk menambah apa yang telah kami lakukan ini bersama Dinas Pertanian tentu untuk mengakselerasi apa yang beliau telah melakukan penelitian mandiri selama 24 tahun," urai Dandim 1205/Sintang.


Demplot ini merupakan contoh ketika nanti masyarakat tertarik atau ingin lebih mengetahui, kemudian mencontoh apa yang telah diterapkan pada lahan Demplot Dandim 1205/Sintang.


"Setelah kami nanti melaksanakan panen kami akan menawarkan kepada masyarakat peladang untuk mencoba technik kami, karena disini yang signifikan adalah tanpa membakar kami mampu mendapatkan pupuk," ucapnya.


Pupuk Organik dan Bio Care/Arang

Kita ketahui bahwa tujuan membakar lahan adalah untuk mendapatkan abu bakar, dan abu bakar ini tujuannya untuk pupuk nah di Demplot ini tanpa membakar dan tanpa abu bakar melainkan menggunakan pupuk organik sebagai penggantinya.


"Ada empat macam pupuk organik yang di eksperimen di Demplot ini namun sebelum mengaplikasikan, pupuk organik dibutuhkan nutrisi bagi tanaman, nah disini kita perbaiki media tanamnya dengan menggunakan bio care ( arang)," jelas Dandim.


Didemplot ini menggunakan arang karena termasuk bahan yang ramah lingkungan

udara bisa keluar masuk secara bebas karena arang memiliki jutaan rongga yang halus.


"Sebab arang menjadi tempat sangat tepat untuk berkembangbiaknya mikro-organiseme," katanya.


Manfaat arang kayu untuk tanaman lainnya adalah media tanam yang tidak mudah mengalami pelapukan lanjutan sehingga akan tetap ada hingga 200 Jt tahun.


Penggunaan arang bagi tanaman akan sangat aman dari gangguan jamur atau hewan yang dapat merugikan.


"Salah satu keunikan media tanam dari arang  kayu adalah sifatnya yang buffer (penyangga).," Imbuhnya.


Apabila terdapat kesalahan dalam pemberian unsur hara yang ada di dalam pupuk, arang akan bisa cepat menetralisirnya.


"Langkah selanjutnya jika media tanam sudah diperbaiki maka akan diberikan nutrisi yaitu empat jenis pupuk organik yang sudah kita eksperimenkan disini," ungkap Dandim.


Lanjut Dandim terakhir rekomendasinya adalah pestisida nabati, mengapa karena setelah media tanam diperbaiki, kemudian pemberian nutrisi sudah, ketika tanaman sudah tumbuh ada kemungkinan diserang hama dan penyakit disini kita butuhkan pestisida nabati.


"Apa itu pestisida nabati,yaitu bahan -bahan tumbuhan yang sifatnya panas, kemudian rasanya pahit, dan berbau tajam nah itu kira-kira  bahan-bahan yang dapat melindungi tanaman dari hama dan penyakit," jelas Dandim lagi.


Selain Demplot Dandim 1205/Sintang juga membangun Wisata Petik Sayur (WPS), akan di taman sayur-mayur konsepnya adalah wisata, yang bisa dikunjungi oleh masyarakat kabupaten Sintang dan sekitarnya.


Pengunjung akan masuk melalui pintu masuk, mengisi daftar tamu, mengambil sarung tangan, gunting dan keranjang, setelah masuk silah memetik sayur-sayuran, lalu ditimbang dan dibayar.


Sebelum pengunjung kembali pulang diminta untuk menuliskan pesan dan kesannya semoga Dandim 1205/Sintang dapat berkontribusi untuk Sintang dan Bangsa Indonesia," tutup Dandim. ( RK - Tim )

 


RotasiKepri.com ( NTT ) - Bendungan Napun Gete yang merupakan salah satu dari tujuh bendungan yang dibangun semasa pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah siap beroperasi. Dalam kunjungan kerja ke provinsi tersebut pada Selasa, 23 Februari 2021, Presiden meninjau sekaligus meresmikan bendungan yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp880 miliar.

Presiden mengatakan bahwa dalam tiap kunjungannya ke NTT, satu hal yang selalu dimintakan ialah mengenai pembangunan bendungan. Namun, Kepala Negara amat memahami hal itu karena memang kunci kemakmuran NTT terletak pada bagaimana pengairan mampu dialirkan ke persawahan dan peternakan setempat melalui bendungan-bendungan yang ada.

"Saya sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali saya datang ke NTT. Setiap saya datang ke NTT, awal-awal, selalu yang diminta adalah bendungan. Permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air. Begitu ada air, semua bisa ditanam, tanaman tumbuh, buahnya diambil, daunnya bisa dipakai untuk peternakan karena di NTT ini juga sangat bagus untuk sektor peternakan," ujarnya saat menyampaikan sambutan peresmian.

Hingga saat ini, terdapat tiga dari tujuh bendungan yang telah dapat diselesaikan pembangunannya. Selesainya pembangunan Bendungan Napun Gete ini menyusul pembangunan bendungan lainnya, yakni Raknamo di Kupang dan Rotiklot di Belu, yang masing-masing selesai pada tahun 2018 dan 2019.

"Tinggal empat dalam proses. Tapi tadi pagi Gubernur menyampaikan pada saya minta tambahan dua lagi. Padahal provinsi yang lain paling banyak itu dua atau satu. Tapi yang memang di sini bendungan sangat dibutuhkan," imbuh Presiden.

Bendungan Napun Gete yang diresmikan Presiden kali ini merupakan salah satu program prioritas pemerintah dan termasuk proyek strategis nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020. Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung hingga 11,22 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 99,78 hektare.

Dibangun mulai Desember 2016, bendungan ini memiliki manfaat untuk pengairan irigasi bagi kurang lebih 300 hektare sawah di sekitarnya. Selain itu, Bendungan Napun Gete juga dapat memberikan suplai air baku sebanyak 214 liter per detik bagi dua per tiga penduduk Kabupaten Sikka dan berpotensi menghasilkan daya listrik sebesar 0,1 megawatt.

Kepala Negara sangat berharap agar bendungan-bendungan yang dibangun di Provinsi NTT ini benar-benar dapat memacu produktivitas sektor pertanian dan peternakan NTT sekaligus menjadikan NTT untuk terlepas dari statusnya sebagai provinsi yang masih tertinggal.

"Kalau nanti satu per satu bendungan selesai, insyaallah dengan gubernur dan wakil gubernur yang baik, dengan bupati dan wakil bupati yang baik, memimpin rakyatnya, menggiring semuanya untuk produktif, saya yakin tidak lama lagi NTT akan makmur dan tidak menjadi provinsi yang kategorinya kalau di negara kita masih pada kondisi yang kurang," ucapnya.

Sementara itu, dalam laporannya di kesempatan yang sama, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diongo mewakili warga setempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, pembangunan bendungan di provinsi tersebut merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah pusat untuk memenuhi hak-hak dasar masyarakat.

"Ini adalah mahakarya yang dipersembahkan oleh Bapak Presiden kepada kami dalam upaya penanganan hak-hak dasar masyarakat. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka dari hati yang tulus menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Bapak Presiden," ujarnya.

Lebih jauh, Bupati Sikka juga menjanjikan bahwa dengan kehadiran Bendungan Napun Gete ini baik Pemerintah Kabupaten Sikka maupun masyarakatnya akan lebih giat dan produktif untuk dapat menggalakkan indeks pertanaman dari yang semula satu kali tanam dalam tiap tahunnya menjadi tiga kali tanam sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

"Dengan terbangunnya bendungan ini, pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sikka akan lebih giat menggalakkan indeks pertanaman dari 100 menjadi 300 atau tanam tiga kali dalam satu tahun untuk meningkatkan produktivitas pertanian dalam mendukung ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi nasional," tuturnya.

Hadir dalam acara peresmian tersebut di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. ( RK )






sumber : setneg.go.id

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.