Articles by "Hukum"

Tampilkan postingan dengan label Hukum. Tampilkan semua postingan

 


Batam,RotasiKepri.com -- Wakasatreskrim AKP Juwita Oktaviani, SIK di dampingi oleh Kapolsek Batam Kota AKP Nidya Astuty SIK dan Kanit Polresta Barelang  PPA  Iptu Dwi Dea A, STrK  memimpin Konferensi Pers Ungkap Kasus Tindak Pidana Pemalsuan Surat ( Sertifikat Vaksin) bertempat di Lobby Mapolresta Barelang . Kamis (15/07/2021)


Wakasat Reskrim Polresta Barelang mengatakan untuk Satreskrim Polresta Barelang Berhasil Mengamankan 5 Pelaku Pemalsuan Surat Yakni INISIAL RA  (19 TAHUN), RR  (20 TAHUN),  LC  (26 TAHUN),  FM  (23 TAHUN) dan HP  (31 TAHUN)  yang mana Pelaku LC dan RA  bertugas sebagai relawan validator vaksin di Temenggung Abdul Jamal pada (6/07/2021).


Kejadian Berawal Pada hari Selasa (06/07/2021) sekira pukul 08.00 wib dilaksanakan Vaksin Massal di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal yang dilaksanakan oleh Puskesmas Rempang Gate, Puskesmas Tanjung Uncang dan Rumah Sakit Graha Hermine. Pada saat itu dilakukan penyuntikan Vaksin SINOVAC sebanyak 102 vial yang akan disuntikkan kepada masyarakat berjumlah 1020 (Seribu dua puluh) orang. 


Sekira pukul 14.00 wib penginputan data masyarakat yang sudah dilakukan penyuntikkan oleh Tim vaksin telah selesai dilakukan, akan tetapi pada pukul 16.00 wib ada perubahan Kemudian sekira pukul 18.00 wib diganti kata sandi untuk masuk ke Aplikasi input data, setelah kata sandi diganti oleh Dokter penanggung jawab dalam penginputan data, barulah jumlahnya tidak terjadi lagi penambahan. Hal ini menimbulkan kecurigaan. Sebab, mereka tidak mendaftar secara manual, namun terdaftar secara online atau masuk ke data base, sehingga diduga terjadi pemalsuan data.


Berawal dari laporan polisi bahwa telah terjadi Tindak Pidana “Pemalsuan Surat” yang terjadi pada hari Selasa (06/07/2021). Kemudian Unit Opsnal Satreskrim Polresta Barelang, Unit I, Unit IV dan Unit VI Sat Reskrim Polresta Barelang melakukan penyelidikan lapangan dan benar telah terjadi Tindak Pidana Pemalsuan Surat berupa Kartu Vaksin Covid-19. Kemudian pada hari Rabu (14/07/2021) sekira pukul 17.30 wib pelaku berhasil diamankan dan selanjutnya pelaku dibawa ke Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut.


Terbitnya sertifikat vaksin tanpa dilakukan vaksi terlebih dahulu . Pelaku LC menawarkan kepada FM apabila ingin membuat sertifikat vaksin bisa melalui dia dgn membayar Rp. 250.000,/org. Lalu ditawarkan oleh Pelaku FM  kepada  pelaku HP untuk mencari orang yang akan membuat sertifikat vaksin dengan membayar ke pelaku HP sebesar Rp. 300.000,-/org. 


Kemudian pelaku HP menawarkan kepada para saksi dengan membayar sebesar Rp. 350.000,-/org yang mana selanjutnya uang tersebut akan diserahkan ke Pelaku LC  sebesar Rp. 250.000/org dan Pelaku FM beserta Pelaku HP menerima keuntungan Rp. 50.000,-/org. Sedangkan Pelaku RA menawarkan kepada Pelaku RR apabila ingin membuat sertifikat vaksin bisa melalu dia dengan membayar uang sebesar Rp.200.000,-/org. Kemudian Pelaku RR menawarkan kepada para saksi untuk membuat sertifikat vaksin bisa melalui dia dengan membayar Rp. 250.000,-/org, yang mana Pelaku RR menerima keuntungan Rp. 50.000,-/org.


5 Pelaku berhasil memalsukan 43 Sertifikat Vaksin. Hal yang sama di lakukan oleh Pelaku AA yang mana Pelaku juga merupakan Relawan Vaksinator dan berhasil di ringkus oleh Unit Reskrim Polsek Batam Kota , dengan melakukan pemalsuan 9 Sertifikat Vaksin yang di lakukan di Puskesmas Botania Kec. Batam Kota - Kota Batam. 


“Pengembangan terus dilakukan, sehingga Barang bukti yang disita, berupa 43 lembar kartu vaksinasi, 11 unit handphone, 8 lembar sertifikat vaksin, dan 2 unit laptop,” jelas Wakasat Reskrim. 


Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, SIK melalui Wakasatreskrim AKP Juwita Oktaviani, SIK membenarkan adanya tindak pidana pemalsuan Surat Sertifikat Vaksin Covid-19 . yang saat ini sudah di amankan oleh Satreskrim Polresta Barelang, dan Atas perbuatannya Pelaku di jerat dengan  Pasal 263 Ayat (1) K.U.H.Pidana Jo Pasal 64 Jo. 55 K.U.H.Pidana dengan ancaman Hukuman Maksimal 6 Tahun.(RK) .

 


Jakarta,RotasiKepri.com -- Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipidkor) Bareskrim Polri melakukan pelimpahan tahap II atau penyerahan barang bukti dan tersangka, kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung). 


Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan bahwa, pelimpahan tahap II itu dilakukan setelah Kejaksaan Agung menyatakan berkas Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dan enam tersangka lainnya, lengkap atau P-21. Mereka langsung dibawa ke Nganjuk untuk diserahkan kepada JPU Kejagung di Kejari Nganjuk. 


"Pada tanggal 5 Juli Kejagung menyatakan berkas penyidikan lengkap atau P-21. Hari ini sampai Surabaya didampingi JPU dari Kejaksaan Agung dan menuju ke Nganjuk lewat transportasi darat dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Argo kepada wartawan, Jakarta, Kamis (8/7/2021).


Dengan dilakukannya proses tahap II ini, Bupati Nganjuk dan enam tersangka lainnya bakal segera disidang. 


Selama proses penyidikan, kata Argo, penyidik Dit Tipidkor Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan sebanyak 49 saksi, tiga saksi ahli dan melakukan penggeledahan serta melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang dan dokumen. 


"Selanjutnya terhadap tujuh tersangka tersebut dilakukan penahanan oleh pihak Kejaksaan Agung di rumah tahanan negara Polda Jawa Timur," ujar Argo.


Dalam kasus ini, KPK bersama Bareskrim Polri telah menetapkan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) sebagai tersangka dugaan suap terkait pengisian jabatan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur.


Selain Novi, KPK dan Bareskrim Polri juga telah menetapkan 6 orang lainnya sebagai tersangka.

Mereka yakni Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), Mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M. Izza Muhtadin.


Dalam kasus ini, Bupati Nganjuk dan ajudannya disangka Pasal 5 ayat (2) dan atau Pasal 11 dan/atau  Pasal 12B UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Korupsi yang diubah dan ditambah melalui UU Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Korupsi Jo  Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


Sedangka tersangka lima Camat disangka Pasal 5 ayat (1) huruf A dan atau B dan Pasal 13 UU 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2021 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.(RK)

 


Simalungun,RotasiKepri.com --   Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lihou Kabupaten Simalungun digeledah oleh tim Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), pada Kamis (1 /7/2021). Selain digeledah, kantor PDAM Tirta Lihou Simalungun juga disegel.


Berkaitan hal tersebut, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kasipenkum Kejatisu), Sumanggar Siagian, membenqrkan hal itu. Dia mengatakan, penggeledahan kantor yang berada di Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun tersebut. Hal itu terkait penanganan perkara dalam Dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pemasangan sambung rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari program hibah air minum dengan total sebanyak 4637 Sambungan yang terdiri dari sebanyak 2.637 SR tahun 2019 dan sebanyak 2000 SR tahun 2018 dan pemungutan liar dalam pemasangan sambung rumah (SR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang dilakukan oleh PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun.


" Ya benar, pada hari Kamis tanggal 1 Juli 2021 sekira pukul 09.00 wib tim penyidik kejaksaan tinggi sumatera utara kembali melakukan giat penggeledahan terkait penanganan perkara dalam Dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pemasangan sambung rumah (SR) untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari program hibah air minum sebanyak dengan total sebanyak 4637 Sambungan yang terdiri dari sebanyak 2.637 SR tahun 2019 dan sebanyak 2000 SR tahun 2018 dan pemungutan liar dalam pemasangan sambung rumah (SR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yg dilakukan oleh PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun," ujar Sumanggar saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (1/7/2021), sore.


Dijelaskan Sumanggar, bahwa tim penyidik melakukan penggeledahan di dua (2) lokasi yaitu : Kantor PDAM tirta lihou yg terletak di Jalan Jon Horailam Saragih, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun dan Rumah dinas direktur PDAM yang terletak di komplek pegawai PDAM Tirta Lihou, Jalan Jon Horailam Saragih, Kec. Raya, Kabupaten Simalungun.


"Giat penggeledahan tersebut untuk mencari dokumen dokumen yang dibutuhkan dalam penyidikan ini dan giat penggeledahan masih berjalan sampai saat ini. Bahwa dalam perkara ini tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara belum menetapkan tersangka dan terkait kerugian negara masih dilakukan perhitungan. Adapun total dana hibah yang dikelola untuk pemasangan SR-MBR mencapai Rp 14.100.000.000 (Empat Belas Miliar Seratus Juta Rupiah) yang terdiri dari Hibah senilai Rp 6.000.000 (Enam Miliar Rupiah) pada tahun 2018 dan hibah senilai Rp 8.100.000.000 (Delapan Miliar Seratus Juta Rupiah) pada tahun 2019." Papar Siagian


Sambungnya, Tim juga menemukan berkas-berkas yang penting terkait penanganan perkara di Rumah Dinas Direktur PDAM Tirta Lihou sehingga nanti penyidik akan mendalami sejauh mana peran Direktur Utama dalam Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada kegiatan pemasangan Sambungan Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (SR-MBR) Pada PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun," unkapnya. (RK - taman)



Simalungun,RotasiKepri.com --  Kejaksaan Tinggi Sunatera Utara menggeledah kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lihou Kabupaten Simalungun,  Kamis (1/7/21) siang


Melihat kedatangan tim penyidik dari Kejatisu, sontak membuat suasana di komplek perkantoran Bupati Simalungun mendadak ramai.


Dari informasi yang berhasil dihimpun, penggeledahan dilakukan oleh Kejatisu ini, tindak lanjut dari penyelidikan dugaan korupsi yang dilakukan Perusahaan Daerah Air Minum milik Pemkab Simalungun tersebut.


Amatan wartawan dilokasi Kamis (1/7/2021), pukul 11.20 Wib, kedatangan tim Kejati Sumut itu tampak didampingi staf dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun dengan mengendarai lima mobil SUV, berpakaian rompi hitam list merah dan tampak ada pengawalan dari sejumlah aparat keamanan dan langsung masuk melakukan penggeledahan ke seluruh ruangan kantor PDAM Tirta Lihou tereebut.


.Selain itu, dalam penggeledahan itu juga terdengar bahwa pihak Kejatisu meminta beberapa berkas dari para pegawai di kantor PDAM Tirtalihou guna bertujuan mencari dokumen yang dibutuhkan tim penyidik sebagai alat bukti dalam penyelidikan dugaan korupsi di perusahaan yang dipimpin Dirut Betty Sinaga selaku Direktur Utama di kantor tersebut.


Sejumlah dokumen dikabarkan telah disita oleh tim penyidik Kejati Sumut, namun hingga saat ini belum ada penjelasan resmi terkait kasus tersebut.


Tim Kejati Sumut melakukan penggeledahan di sejumlah rungan termasuk ruangan Dirut PDAM Tirtalihou.


Usai melakukan penggeledahan, petugas kemudian memasang ‘Kejaksaan Line’, berupa larangan masuk ke beberapa ruangan kantor, termasuk ruangan kerja Dirut PDAM Tirtalihou Betty Sinaga.


Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga SH ketika dikonfirmasi wartawan melalui Kadis Kominfo belum memberikan penjelasan.


Pesan konfirmasi melalui aplikasi Whast App terlihat dibaca mantan Kepala Dinas (DPMPPTSP) Pemkab Simalungun, Kamis (1/7/2021) siang.


Dikonfirmasi ditempat terpisah, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Simalungun (Kasi Intel Kejari Simalungun) Ratno Pasaribu, membenarkan adanya penggeledahan tersebut.


“Nanti kami rilis setelah beres giat mereka dan setelah dapat konfirmasi dari Kasi Pidsus Simalungun,” jelasnya kepada wartawan lewat via Aplikasi WhataApp, Kamis (1/7/2021) siang. (RK - Taman)


 

Pematang Siantar,RotasiKepri.com -- Dijerat pasal berlapis, pelaku pembunuhan wartawan LasserNewsToday, Mara Salem Harahap (42) di Kabupaten Simalungun bakal teranc hukuman mati.


Hal ini dipaparkan Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak saat  gelar press releas dalam pengungkapan kasus itu di Mapolres Pematang Siantar, Kamis (24/6/2021) sekira pukul 17.20 Wib. Turut dalam konferensi pers Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin. 


Dimana, dalam press releas dalam pengungkapan kasus tersebut, Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak tampak hanya memamerkan dua dari tiga tersangka pembunuh Mara Salem Harahap alias Marsal, wartawan media online yang ditembak mati.


Diketahui, tersangka pembunuh Wartawan itu adalah berinisial S (57), warga Jalan Seram Bawah, Kelurahan Banten, Kecamatan Siantar Barat. Yang juga pernah mencalon walikota Pematangsiantar dari jalur independen pada tahun 2015, dan juga pemilik Ferrari Bar & Resto.


Tersangka kedua adalah berinisial YFP (31)–warga Jalan Melati, Kelurahan Tanjung Tongah, Siantar Martoba–yang menjabat sebagai Humas atau manajer tempat hiburan malam Ferrari Bar & Resto.


Dan kemudian, Kapolda Sumut juga menyebut bahwa dalam kasus pembunuhan ini melibatkan oknum TNI berinisial A.


" Tersangka inisial A adalah oknum, makanya Pangdam hadir di sini. Perhatikan, saya sudah sampaikan siapapun yang bersalah, kita tindak tegas. Enggak usah dibawa kemana-mana,"  tegas Panca 


Kapolda Sumut menyebut otak pelaku pembunuhan adalah S. Motif pembunuhan sakit hati, karena korban sering memberitakan peredaran Narkoba di Ferrari Bar and Resto miliknya. 


"Korban juga minta jatah 12 juta per bulan. Hal ini menimbulkan sakit hati bagi S," ungkap Kapoldasu


Karena sakit hati, sambung Kapoldasu, lalu trrsangka S meminta bantuan kepada tersangka YFP agar memberikan pelajaran kepada korban. "Dimana dalam sebuah pertemuan di akhir bulan Mei dan awal bulan Juni, tersangka S bertemu dengan tersangka YFP dan tersangka A selaku humas Ferrari di rumah tersangka S di Jalan Seram No 42 Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat. Dalam pertemuan tersebut tersangka S menyampaikan kepada tersangka Y dan tersangka A, kalau begini orangnya cocoknya dibedil atau ditembak," ujar Kapolda mengulang pengakuan tersangka kepada polisi.


Kapolda Panca juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah menelusuri seluruh perjalanan almarhum Mara Salem di saat-saat terakhir hayatnya. Polisi juga mengamankan sejumlah alat bukti, antara lain rekaman CCTV.


Selain itu, polisi juga mengamankan mobil milik Marsal, Datsun Go warna putih, BK 1921 WR, di mana jasad Marsal ditemukan tewas, 1 unit sepedamotor Honda Vario, BK 6976 WAG, yang dikendarai pelaku saat melakukan penembakan.


Kemudian, satu lembar kuitansi dari Ferrari Bar & Resto, air softgun merk Walther Pick, 1 pucuk senpi jenis pistol merk buatan pabrikan seri N1911A17S, 1 buah magazin dengan 6 butir peluru aktif kaliber 9 mm, sepatu, kemeja dan tali pinggang.


“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 340 dan 338 dari KUHPidana,” sebut Kapolda Panca. (RK - taman)

 


Pematang Siantar,RotasiKepri.com -- Pematangsiantar I Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengatakan sudah ada yang diamankan terkait pembunuhan terhadap wartawan Simalungun, Marah Salem Harahap atau Marsal.

Hal ini disampaikan Panca kepada wartawan di Mako Brimob, Pematangsiantar, Rabu, (23/6/2021), malam.


Kapolda menambahkan sampai saat ini tim yang dibentuk untuk menangani kasus ini sudah bekerja sesuai dengan harapan dan arahan Kapolda. 


"Perkembangannya nanti saya akan sampaikan dalam kesempatan berikutnya. Yang jelas sampai hari ini progresnya cukup baik, cukup memuaskan dan saya hanya minta supaya tuntas lagi. Pada kesempatan berikut hasilnya akan saya sampaikan hasilnya secara lengkap. 


Mohon waktu agar kita selesaikan dengan tuntas. Mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini kita bisa kasih informasi lebih lanjut, "katanya.


Saat ditanya wartawan apakah sudah ditetapkan tersangka, Panca mengatakan penetapan tersangka itu bagian dari proses penyidikan. 


"Sudah ada yang kita amankan, secara lengkap besok atau lusa akan saya sampaikan," katanya


Seperti diketahui, Marsal Harahap tewas di dalam mobilnya, Sabtu, 19 Juni 2021, dini hari, hanya 300 meter dari rumahnya di daerah Karang Anyer, Simalungun, Sumatera Utara. Dia ditemukan bersimbah darah dengan luka tembakan di bagian paha.


Marsal dikenal sebagai seorang wartawan dan Pemimpin Redaksi media online Lassernewstoday. (RK- taman)

 

Ket foto : Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan.

Simalungun,RotasiKepri.com -- Polda Sumatera Utara sampai saat ini belum ada membenarkan informasi tentang terduga pelaku penembakan wartawan media online, Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap sudah ditangkap. Dimana informasi penangkapan beredar di media sosial (Medsos).


Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan, menjelaskan itu kepada wartawan. Dia sebagai juru bicara Polda Sumut mengaku, belum ada menerima informasi tentang penangkapan ini. “Saya belum dapat informasi,” sebut dia, Rabu (23/6/21).


Ia mengatakan, pihaknya akan menyampaikan informasi apabila memang ada melakukan penangkapan. “Kalau sudah tertangkap pasti sudah kita sampaikan kepada rekan-rekan,” ucapnya.


Sementara itu, Kasubbid III/Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sumatera Utara AKBP Taryono Raharja ketika dikonfirmasi lewat pesan whatsapp, tentang prihal ini tidak menjawabnya.


Begitu juga dengan Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak juga tidak memberikan komentar soal informasi sudah ditangkapnya pelaku penembakan terhadap wartawan.


Diketahui, informasi penangkapan terduga pelaku penembakan wartawan beredar di media sosial Facebook. Akun Facebook TD memposting tulisan di dindingnya bahwa pelaku sudah didapat.


Wartawan Datangi Mako Brimob

Usai membahas informasi terkait ‘Kasus Pembunuhan Marsal Terungkap’ di kedai kopi, para jurnalis mendatangi Markas Komando (Mako) Satuan Brimob Polda Sumut Batalyon B Kompi-2 Kota Pematangsiantar, Rabu (23/6/21).


Para jurnalis yang datang ke Mako Brimob yang ada di Jalan Ahmad Yani itu jauh lebih banyak lagi jumlahnya dari para jurnalis yang sebelumnya membahas informasi itu di kedai kopi. Berdasarkan pantauan, di lokasi, jumlahnya ada puluhan orang.

Kepada Rotasi Kepri, rekan - rekan wartawan mengaku datang ke lokasi karena akan ada press release atas pengungkapan kasus pembunuhan Mara Salem (Marsal) Harahap.


Tadi saya dapat informasi bahwa hari ini akan ada press release dari pihak polda, katanya tadi datang kapolda sumatera utara kemari naik helikopter. Dan memang tadi ada helikopter, tapi saya belum dapat memastikan apakah itu kapolda atau bukan,” cecar seorang wartawan Bermarga Tampubolon


Namun, lanjutnya, belum ada kejelasan terkait press release tersebut. “Kalau memang ada info yang berkembang terkait kasus itu, menurut saya, dijelaskan saja. Kalau pun memang belum ada, ya dijelaskan juga mengenai hal itu. Kasihan kawan-kawan yang menunggu,” ujarnya.


Melihat situasi para jurnalis yang ramai berkumpul di depan Mako Brimob tersebut, tidak sedikit warga pengendara yang menghentikan kendaraannya, dan bertanya. “Ada apa bang, kok rame sekali disini,” kira-kira demikian pertanyaan demi pertanyaan para pengendara tersebut.


Berselang sekitar dua jam kemudian, sejumlah jurnalis yang mendapat informasi bahwa tidak ada press release hari itu, berangsur meninggalkan lokasi itu. Namun tidak sedikit juga para jurnalis yang tampak masih berada di lokasi, mereka tampak sibuk dengan topik ceritanya masing-masing. (RK - taman)

 


Batam,RotasiKepri.com -- Sebanyak 1.637,1 gram Narkotika jenis sabu dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri, Pemusnahan Barang Bukti Narkotika dipimpin oleh Panit Subdit III Dit Resnarkoba Polda Kepri Iptu Lasron sihombing, didampingi perwakilan dari Korpolairud Baharkam Polri Bripka Dedy R. Kamis (17/6/2021).


″Pengungkapan Narkotika jenis sabu ini dilakukan oleh Korpolairud Baharkam Mabes Polri berdasarkan Informasi yang diterima oleh Masyarakat pada Sabtu 22 Mei 2021 yang lalu. Seorang laki-laki berinisial SS diamankan saat akan menyeberang dari Dermaga Pelabuhan Sungai Buluh Tanjung Batu, Kundur ke Pulau Muda, saat dilakukan pemeriksaan ditemukan 1 bungkusan plastik transparan yang didalamnya terdapat 3 bungkus Serbuk Kristal diduga narkotika jenis sabu″. Ujar Panit Subdit III Dit Resnarkoba Polda Kepri Iptu Lasron Sihombing.


″Berdasarkan dari Laporan Polisi dan Surat Ketetapan Sita dari Kejaksaan Negeri Batam serta Berita Acara Pemeriksaan Labfor maka pelaksanaan pemusnahan barang bukti dilaksanakan pada hari ini, total barang bukti yang diamankan sebanyak 1.711 gram sabu, disisihkan untuk dilakukan pemusnahan sebanyak 1.637,1 gram, dan sisanya sebanyak 67,9  gram disisihkan untuk pemeriksaan di laboratorium dan pembuktian di pengadilan″. Ungkap Panit Subdit III Dit Resnarkoba Polda Kepri Iptu Lasron Sihombing.


″Pada hari ini Barang bukti jenis sabu tersebut kita musnahkan dengan cara direbus dengan air panas dan setelah larut dibuang kedalam Septic Tank dan disaksikan langsung oleh para tersangka dan tamu undangan dari Kejaksaan, BNNP Kepri, BPOM, Advokat dan LSM Granat″. Tutup Panit Subdit III Dit Resnarkoba Polda Kepri Iptu Lasron Sihombing.(RK)


Simalungun,RotasiKepri.com -- Dilaporkan sebuah rumah diduga jadi tempat penyalahgunaan narkoba jenis sabu - sabu di Gang Keluarga Nagori Karang Bangun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, digrebek Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Simalungun. Namun, hasilnya saat penggrebekan, polisi menangkap pemilik rumah bersama 3 temannya yang lagi asik bermain judi leng, Rabu (16/6/2021).

 

"Penggerebekan itu berawal dari laporan masyarakat bahwa di lokasi tersebut diduga sering dijadikan tempat penyalahgunaan narkoba jenis sabu - sabu. Namun saat penggrebekan kita berhasil meringkus pemilik rumah berinisial ME (48) dan 3 temannya, inisial RGM alias Rido (30) warga Huta I Urung 1 Nagori Karang Bangun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun, MM alias Mukrim (42) warga Pasar II Nagori Karang Bangun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun dan SK alias Sandi (29) warga Jalan H. Ulakma Sinaga Nagori Rambung Merah Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun yang sedang lagi asik main judi kartu leng," kata Kasat Reskrim AKP Rachmat Wibowo SIK, MH dikonfirmasi, wartawan Sabtu (19/6/2021)

 

Awalnya, sambung Kasat Reskrim, siang harinya sekira pukul 14.00 Wib Tim Opsnal Satres Narkoba meneriam informasi di rumah Pelaku ME di Gang Keluarga Nagori Karang Bangun Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun terjadi penyalahgunaan Narkotika jenis Sabu.


Setelah dilakukan penyelidikan, sore harinya sekira pukul 15.00 Wib Tim Opsnal Satres Narkoba menggerebek rumah milik ME tersebut dan menangkap Pelaku ME dan ketiga temannya itu sedang duduk dan diduga melakukan perjudian dengan cara main leng menggunakan kartu joker. 


Lalu dari keempat pelaku ditemukan barang bukti 6 lembar uang Rp 10.000, 7 lembar uang Rp 5.000, 15 lembar uang Rp 2.000, 5 lembar uang Rp 1.000. dan 1 set kartu Joker. Adanya barang bukti itu Tim Opsnal Satres Narkoba memboyong keempat pelaku dan seluruh barang bukti ke Mapolres Simalungun selanjutnya malam harinya sekira pukul 20.00 Wib menyerahkan kepada penyidik Sat Reskrim untuk diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku. 


"Benar kita ada menerima empat orang pelaku perjudian leng menggunakan kartu joker dari hasil tangkapan pihak Satres Narkoba Polres Simalungun. Hingga saat ini keempat pelaku itu sudah di tahan untuk diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,"kata Kasat Reskrim AKP Rachmat Wibowo SIK, MH (RK - taman)

 

ket foto : Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK, MH  di dampingi Kasi Humas Polresta Barelang Iptu Tigor Sidabariba, SH

Batam,RotasiKepri.com -- Satreskrim Polresta Barelang bersama Polsek jajaran Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Pungutan liar Parkir atas Pelanggaran Pasal 7 Dan Pasal 62 Jo Pasal 12 Ayat 1 Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 3 Tahun 2018  Tentang Penyelenggaraan Dan Retribusi Parkir yang di pimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK, MH  di dampingi Kasi Humas Polresta Barelang Iptu Tigor Sidabariba, SH bertempat di Halaman Mapolresta Barelang. Selasa (15/06/2021) 


Kegiatan Operasi Premanisme dan Pungutan liar yang di lakukan secara serentak oleh Polresta Barelang dan Polsek jajaran Polresta Barelang dan berdasarkan laporan dari masyarakat bahwasanya telah terjadi pungutan liar parkir yang melebihi batas jam yang ditentukan yakni jam 22.00 Wib. Setelah dilakukan pengecekan bahwa benar terdapat 31 orang laki-laki terduga pelanggar pungutan liar parkir di  wilayah hukum Polresta Barelang dan pada pukul 14.30 Wib s/d selesai dilakukan penindakan yang kemudian dilakukan penangkapan terhadap terduga pelanggar serta dibawa ke polsek jajaran dan polresta barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Pungutan liar tersebut terjadi di Dobrah Tiban Center Sekupang, Dobrah Gajah Mada Sekupang, Persimpangan GMP Kel. Duriangkang Kec. Sungai Beduk, Parkiran BankBRI Pasar Melayu  Kec. Batu Aji, Parkiran Bank BRI  Aviari Kec. Batu Aji, Parkiran Bank Apotik Kimia Farma. Batu Aji, Martabak Har Jodoh, Komp. Tg. Pantun Kec. Batu Ampar, Seputaran Morning Bakery KBC Batam Center, Parkiran Pasar Shoping Center Bengkong Kota Batam, Parkiran Pasar Suka ramai Bengkong Kota Batam, Di atas jembatan satu Barelang, Jl. Imam bonjol depan martabak sari eco Kel. Lubuk Baja Kota Kec. Lubuk Baja,  Pinggir Jalan Nagoya City Walk Kel. Lubuk Baja Kota Kec. Lubuk Baja, Parkiran Ayam Penyed Kecobong Kp. Tengah Kel. Batu Besar Kec. Nongsa, Parkiran Simpang CLT Kel. Batu Batu Besar Kec. Nongsa, Parkiran depan Ruko Bank BRI Kel. Batu Besar .Kec Nongsa. 


Terdapat juga di  Parkiran Alfamart depan Square Penuin Kec Lubuk Baja, Parkiran BCA Penuin, Bubur Johor Siang Malam Lubuk Baja, Bandar Raya Pasar Induk, Winsor Lubuk Baja, Ruko Nagoya Garden, Simp Koin Sungai Panas , Angkringan depan Dampkar Sungai Panas, Pelabuhan Rakyat Pak Amat Kec Sekupang, kemudian dilakukan penangkapan terhadap 31 Pelaku beserta Barang bukti  dibawa ke Polsek Jajaran dan polresta barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Pelaku yang di amankan Yakni  Inisial N ,Inisial  MF, Inisial  R, Inisial AH, Inisial KM, Inisial  PP, Inisial BT, Inisial  HS,  Inisial  EI,  Inisial  KN, Inisial  RS, Inisial  NS, Inisial  RQ, Inisial  OH , Inisial FH,  Inisial  AH,  Inisial  MA,  Inisial  S,  Inisial  MA , Inisial  SA,  Inisial  DB,  Inisial  IT,  Inisial  S,  Inisial  J , Inisial  RT, Inisial  N, Inisial  JB,  Inisial  Rs,  Inisial  AS,  Inisial  Mn, Dan Inisial  TM. 


Terdapat barang bukti yang berhasil di amankan 2 bundle karcis parkir dengan rincian : jumlah karcis roda dua sejumlah 87 lembar, dan karcis roda empat sejumlah 46  lembar, 1 blok tiket parkir  bertuliskan welcome to batam jembatan barelang dengan harga Rp. 5.000. perlembar,  8 (Delapan) lembar tiket parkir warna ungu, 3 (tiga) lembar tiket parkir warna hijau dan Uang tunai sebanyak Rp 961.000 (Sembilan ratus enam puluh satu ribu rupiah).


Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, SIK melalui Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK, MH membenarkan telah mengamankan 31 orang Pelaku atas tindak pidana pungutan liar lahan parkir yang di amankan oleh Satreskrim Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut dan tidak menutup kemungkinan bukan pungutan masalah parkir saja, masih ada pungutan liar yang lain. Polresta barelang akan tetap gencar melakukan operasi terhadap premanisme yang melakukan pemungutan liar di Kota Batam. ungkap Kapolresta.


Kasat Reskrim mengatakan terkait dengan mengamankan 31 Pelaku ini tidak menutup kemungkinan apakah ada Oknum yang melindungi perbuatan pelaku ataupun terorganisir akan terus kita dalami Ungkap Kasat Reskrim .


Kapolresta Barelang juga  menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Batam agar tidak mudah dan percaya dengan pungutan pungutan liar seperti memberikan uang parkir kepada seseorang diatas jam 22.00 Wib sesuai dengan ketentuan, Apabila menemukan hal tersebut segera melaporkan ke Polresta Barelang melalui call centre ( layanan pengaduan 110 ). Atas perbuatannya Pelaku di hukum dengan Ancaman Hukuman Pidana Kurungan Paling Lama 3 Bulan Atau Denda Rp. 50.000.000,-  (Lima Puluh Juta Rupiah)  dan akan di proses hukum dalam bentuk sidang TIPIRING di Pengadilan Negeri Batam Ungkap Kapolresta Barelang. (RK)



Batam,RotasiKepri.com --  Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Andri Kurniawan, SIK., MH , berhasil mengamankan 1 orang sebagai pelaku dalam Tindak Pidana Pencurian / Jambret . Rabu (02/06/2021) sekira pukul 20.00 Wib.


Pelaku Jambret berinisial JH (31 Tahun) yang terjadi di Jalan Raya Jembatan Sei Ladi Kec. Sekupang - Kota Batam. Senin (31 Mei 2021) sekira pukul 21.45 Wib.


Berawal Pada saat korban inisial DP bersama temannya mengendarai sepeda motor yang mana pada saat itu korban dibonceng, ketika saat melintasi jalan jembatan sei lady tiba-tiba datang pelaku dari arah belakang yang mengendarai sepeda motor satria fu warna hitam langsung memepet kendaraan korban dan langsung merampas handphone yang sedang dipegang oleh korban. Setelah itu korban berusaha mengejar namun pelaku sudah melaju dengan kecepatan tinggi. 


Adapun ciri-ciri handphone milik korban merk poco phone x3 nfc warna biru. Kerugian sebesar rp 3.000.000,- (tiga juta rupiah).


Menerima laporan korban yang menjadi korban tindak pidana Pencurian / Jambret Kemudian Opsnal Jatanras Satreskrim Polresta Barelang yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Barelang  Kompol Andri Kurniawan, SIK., MH. melakukan penyelidikan lapangan dan benar telah terjadi tindak pidana Pencurian / Jambret.


Kemudian Pada hari Rabu (02/06/2021) sekira pukul 19.00 Wib. Opsnal Jatanras mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku berada di sekitaran Bengkong Abdi 2.  Sekira pukul 20.00 Wib Dengan Gerak cepat Pelaku berhasil diamankan, Selanjutnya pelaku di bawa ke polresta barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Terdapat barang bukti yang berhasil di amankan berupa 1 unit handphone merk Poco Phone X3 NFC Warna Biru (Milik Korban) LP Polresta Barelang, 1  unit handphone merk Iphone XR Warna Putih (Milik Korban) LP Polsek Batam Kota, 1 unit sepeda motor Satria FU warna Hitam Merah (Sebagai Sarana).


Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, SIK membenarkan adanya Tindak Pidana Pencurian / Jambret, berdasarkan keterangan pelaku terdapat 5 TKP yang dilakukan pencurian/ jambret oleh pelaku yakni  Di Jalan Raya Jembatan Sei Ladi, Di Tepi Jalan Depan Lotte Mart, Di Trowongan Pelita, Di Simpang Lampu Merah Hotel Kaliban, Di Bundaran Ocarina. Saat ini pelaku sudah di amankan oleh Satreskrim Polresta Barelang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 Tahun Penjara. Ungkap Kapolresta Barelang.(RK)



ket foto : tersangka yang diamankan petugas


Batam,RotasiKepri.com -- Seorang laki-laki Inisial N alias Y alias G diamankan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri karena telah membawa, memiliki, dan menyimpan Narkotika Jenis Kristal Bening diduga Sabu dengan 15,28 gram. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si., didampingi Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, S.H., S.Ik., M.H., Selasa (8/6/2021).


″Kronologis kejadian adalah pada hari Minggu tanggal 6 Juni 2021 sekitar jam 05.00 wib Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki yang telah membawa, memiliki, dan menyimpan Narkotika Jenis Kristal Bening diduga Sabu dari Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, selanjutnya Tim mengecek kebenaran Informasi tersebut″. Tutur Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


″Setelah mendapati ciri-ciri tersangka tersebut Tim Opsnal Subdit I Dit Resnarkoba Polda Kepri berhasil mengamankan seorang laki-laki dengan Inisial N alias Y alias G, setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa barang haram tersebut telah disimpannya didalam perut yang dimasukkan melalui anus nya. Selanjutnya pada jam 12.00 wib tepatnya berada di Pos Polisi Windsor, Lubuk Baja, Kota Batam, tersangka mengeluarkan Narkotika jenis sabu dan selanjutnya tim melakukan penangkapan dan dari Interograsi awal bahwa Narkotika tersebut merupakan milik Inisial H yang saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)″. Jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.

ket foto : Barang Bukti yang diamakan Petugas


″Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1 bungkus plastik bening yang didalamnya terdapat plastik berwarna Merah yang berisikan 3 buah plastik bening berisikan serbuk kristal diduga Sabu seberat total 15,28 gram, 1 unit Handphone merk Nokia Model 103 Warna Hitam, 1 lembar KTP milik tersangka Inisial N alias Y alias G, 1 lembar tiket kapal ferry Dumai express dari Tanjung balai Karimun menuju Batam, Uang tunai sebesar Rp.75.000,-″. Ucap Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


″Atas perbuatannya tersangka dapat dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia no. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun atau paling lama 20 tahun″. Tutup Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si.


ket foto : Pelaku dan Barang Bukti yang diamankan petugas


Batam,RotasiKepri.com -- Warga Negara Asing (WNA) Pria berkebangsaan Inggris Inisial IDB berhasil diamankan Bea Cukai Batam bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri dengan barang bukti yakni sebanyak 2,77 gram kokain dan 10 butir pil ekstasi melalui barang kiriman, Kamis (20/5/2021). 


Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Undani. Kamis (3/6/2021).


Pria yang ditangkap pada saat berada di sebuah Apartement Kepulauan Riau Kota Batam ini berusaha mengelabui petugas dengan cara memalsukan pemberitahuan barang kiriman tersebut sebagai barang fotografi. 


Pelaksana Harian (Plh) yakni Kepala Bidang Bimbingan kepatuhan dan Layanan Informasi Undani menjelaskan kronolgi penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat bahwasannya akan ada pengiriman narkotika melalui barang kiriman."Jelas Undani.


"Dan Setelah mendapatkan informasi, pada hari Rabu 19/5/2021 sekira pukul 9.30 Wib. petugas Bea Cukai Batam tepatnya di Kantor Pos Lalu Bea Batam Center melakukan pemeriksaan terhadap barang kiriman yang terduga tersebut menggunakan mesin x-ray, dengan hasil citra melihatkan adanya terdapat barang berbentuk pil, Petugas lalu meminta perwakilan kuasa barang yakni perwakilan Kantor Pos untuk membuka paket terduga tersebut sehingga dapat dilakukan pemeriksaan fisik,"ucap Undani.


"Paket dibuka dan didapati berisi alat pencabut bulu kaki berwarna hijau, satu bungkus plastik obat berisi bubuk yang dilapisi alumunium foil, dan sepuluh butir pil berwarna merah muda,” papar Undani. Undani menjelaskan bahwa atas barang yang ditemukan tersebut selanjutnya dilakukan uji coba kandungan barang di Laboratorium KPU Bea Cukai Batam.


Adapun Hasil dari uji coba dari laboratorium didapati bubuk yang dilapisi aluminium foil adalah narkotika jenis kokain dengan berat 2,7743 gram, dan pil merah muda adalah pil ekstasi dengan total berat 3,5133 gram, Bea Cukai Batam selanjutnya berkoordinasi dengan BNNP Kepri untuk melakukan pengejaran terhadap pemilik barang tersebut,"jelas Undani.


"Selanjutnya Pada Kamis, 20 Mei 2021, sekitar pukul 14.50 WIB, petugas gabungan berhasil menangkap seorang Pria berkebangsaan Inggris di sebuah Apartement di Kota Batam sebagai tersangka pemilik barang kiriman berisi narkotika tersebut, dan bersamanya juga diamankan narkotika jenis ganja seberat 41 gram,"pungkas Undani.


Atas perbuatannya Tersangka dijerat dengan Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) dengan ancaman pidana mati / penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana denda maksimum Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah), selanjutnya barang bukti dan tersangka diserahterimakan ke BNNP Kepri untuk diproses lebih lanjut.


"(Santy Dewi).

 *Assalamualaikum Wr. 


Ket foto : Kasi Humas Polresta Barelang, Iptu Tigor Sidabariba, SH.


Batam,RotasiKepri.com -- Kapolsek Kawasan Bandara Hang Nadim AKP Cut Putri Amelia Sari, SIK bersama Wakasat Reskim AKP Juwita Oktaviani, SIK dan Kasi Humas Polresta Barelang Iptu Tigor Sidabariba, SH memimpin Konferensi Pers pengungkapan kasus tindak pidana pemalsuan Hasil Genose C-19 bertempat di Lobby Utama Mapolresta Barelang. Rabu (02/06/2021) 


Berawal Pada tanggal 31 Mei 2021 Sekira Pukul 06.00 Wib diberitahukan oleh pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Hang Nadim kepada saksi YP sebagai petugas yang mengeluarkan surat Hasil test Genose (pelaku) terdapat 4 (empat) surat yang janggal pada surat hasil Genose C19 Report  a.n SA, AI, SE, dan AA, kemudian saksi YP memberitahukan kejadian tersebut kepada pelapor, lalu pelapor mengecek surat tersebut didata komputer dan tidak ditemukan adanya pengecekan pasien atas ke 4 (empat) surat tersebut. 


Dan dilakukan Tracking ke 4 nomor surat tersebut ditemukan atas nama orang lain. Dan dilakukan Tracking kembali sudah ada beberapa surat hasil Genose C19 yang dipalsukan oleh kedua Pelaku, kemudian setelah diselidiki pelaku berjumlah 2 (dua) orang berinisial JN dan AP  teman kerja dari  inisial YP yang bekerja sebagai petugas yang mengeluarkan surat Genose C19 di Bandara Hang Nadim Batam. Karna mengetahui data disalahgunakan dan dilakukan pemalsuan terhadap surat hasil Genose C19. 


Akibat kejadian tersebut Rumah Sakit Badan Pengusahaan Kota Batam Merasa dirugikan dan Pelapor membuat laporan polisi tersebut ke Polresta Barelang.


Setelah mengetahui kejadian dan mendapat laporan dari pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Hang Nadim pihak pelapor bersama dengan Pihak Kepolisian Polsek Bandara Hang Nadim yaitu Aipda HENDRI SIMANJUNTAK dan Bripka EKO SUBEKTI langsung mengamankan dan mengintrogasi Pelaku JN , saat itu pelaku mengakui perbuatannya dan dilakukan pengembangan dan didapat  Pelaku AP ikut serta membantu perbuatan tersebut dan selanjutnya kedua pelaku bersama dengan 2 orang saksi dibawa ke Polresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut


Terdapat barang bukti yang berhasil di amankan berupa 4 Lembar Surat Hasil Test Genose C-19 palsu, 3 Lembar Surat Hasil Test Genose C-19 Asli (Pembanding), 1 unit Printer Merek Brother , 1 unit Laptop Merek HP warna Silver , 1 unit handphone Merek Iphone 8 Plus.



Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur, SIK membenarkan adanya tindak pidana pemalsuan hasil test genose C-19,  yang saat ini kedua pelaku sudah di amankan oleh Satreskrim Polresta Barelang. Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan Pasal 263 K.U.H.Pidana Dengan ancaman pidana maksimal 6 Tahun penjara. Ungkap Kapolresta Barelang Melalui Kasi Humas Iptu Tigor Sidabariba, SH. (RK) 



 


Toba,RotasiKepri.com --  Polres Toba menggelar rekontruksi kasus pembunuhan terhadap seorang ibu Guru SD di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatualunasi, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, korban bernama Marta boru Butarbutar Selasa (1/6/2021). 


Dalam kegiatan rekontruksi sebanyak 25 adegan itu terungkap fakta bahwa ternyata para pelaku secara sadis menghabisi nyawa korban.Tak hanya itu, peran para pelaku pun terungkap dalam kasus pencurian dan pembunuhan tersebut.


Diketahui dalam kasus ini, kepolisian menangkap dua dari tiga orang pelakunya. Kedua pelaku yang sudah ditangkap masing-masing berinisial RT dan DN. Sementera satu pelaku lainnya berinisial JH (15) masih buron.


Kepala Desa Lumban Lobu Torang Sitorus mengatakan bila tersangka JH (15) memiliki peran yang paling banyak dalam pembunuhan tersebut.


"Yang lebih banyak itu adalah tersangka JH. Dia masih DPO sekarang," ungkap Kades Lumban Lobu Torang Sitorus Selasa (1/6/2021).


Torang Sitorus berharap JH segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Kita berharap agar DPO nya bisa tertangkap supaya jelas bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Kami mengucapkan terimakasih atas penangkapan pihak kepolisian terhadap tersangka," katanya.


Sebanyak 25 adegan telah diperankan dua tersangka RT dan DN.

Ia mengatakan bahwa masyarakat tetap mendukung berjalannya rekonstruksi sehingga berjalan dengan lancar. "Adegan yang berjalan lancar. Kita lakukan tadi reka ulang di TKP yang terjadi pembunuhan saudari kami Marta boru Butarbutar berjalan lancar," katanya.


"Masyarakat juga banyak yang datang untuk mengapresiasi kinerja kepolisian yang mengungkap kasus ini. Ada 25 adegan tadi," sambungnya.


Sebagai kepala desa, ia berharap agar masyarakat sekitar dapat belajar dari kasus tersebut. Ia berharap masyarakat mendidik anak-anak sejak dini.


Hal ini ia sebutkan bahwa tiga tersangka masih tergolong muda. Bahkan, dua orang tersangka adalah anak di bawah umur; berumur di bawah 18 tahun.


"Karena terjadi kejadian sadis ini, semoga masyarakat juga tetap berhati-hati dan mendidik anak dengan baik," katanya.


Tampak terlihat masyarakat menunggu rekonstruksi berjalan sejak awal hingga selesai. Dan selepas rekonstruksi, masyarakat hanya menyoraki kedua tersangka yang berada di dalam mobil polisi saat melintas.


Pembunuhan sadis terhadap Marta ternyata berawal dari niat tersangka JH yang saat ini masih buron.


Sebelumnya, Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya menuturkan bahwa dua tersangka, yakni JH dan RT telah berencana mencuri di rumah korban Marta boru Butarbutar


"Pada Minggu (23/5/2021) sekitar pukul 14.00 WIB, tersangka JH dan RT sudah berada di dalam sebuah warnet di Kota Porsea dan berniat untuk melakukan pencurian," ujar AKBP Akala pada Jumat (28/5/2021).


Setelah 2,5 jam berembuk, tepatnya pada pukul 16.30 WIB, kedua tersangka tersebut mempersiapkan siasat dan alat yang digunakan untuk mencuri.


"Pada pukul 16.30 WIB, JH dan RT mencari dan mempersiapkan benda yang akan digunakan untuk melakukan pencurian berupa sebuah obeng dan sebuah kunci baut. Setelahnya, benda ini berada dalam penguasaan JH," katanya.


Pada malam hari, ketiga tersangka yakni JH, RT, dan DN berkumpul di sebuah warnet dan bersiap melakukan pencurian di rumah korban


Pada saat itu, JH mengatakan kepada RT agar mereka mencuri di kampung JH di Desa Lumban Lobu. "Alasan mereka adalah di sana ada seorang guru perempuan dan hanya tinggal sendirian. Mereka memastikan bahwa di rumah tersebut ada laptop, uang dan HP serta benda-benda berharga lainnya yang bisa dicuri," terangnya.


Berselang beberapa menit, tersangka DN tiba setelah diajak melalui chat. Ketiganya kemudian berkumpul di dalam warnet yang ada di Kota Porsea. "Pada pukul 23.00 WIB, warnet tutup sehingga mereka pindah ke warnet yang lain yang berada di Kota Porsea juga. Dan sekitar pukul 23.30 WIB, mereka meminjam sepeda motor untuk berangkat ke lokasi pencurian, rumah korban," tuturnya


"Pada Senin (24/5/2021), sekira pukul 01.00 WIB, mereka berangkat setelah mendapatkan sepeda motor. Tersangka RT yang membawa sepeda motor, lalu tersangka JH membawa sebuah obeng dan kunci dalam kantong," katanya.


Diketahui berdasarkan hasil visum dan autopsi, ada 24 luka tusukan yang dialami korban.


Menurut Kasubbag Humas Polres Toba Iptu Bungaran Samosir, ke-24 luka tikam itu berada di areal kepala hingga tubuh. 


Adapun rinciannya 5 luka tusuk di bagian perut, 2 di bagian payudara, 1 di bagian ketiak, 1 lengan kiri, 1 di persendian lengan bahu, 1 di bagian sayap punggung.


Kemudian, 2 luka tikam pada lengan kiri luar, 1 pada pergelangan tangan kiri, 1 punggung kiri, 1 punggung tengah, 1 punggung tengah bawah, 1 bagian leher belakang.


Atas perbuatannya para pelaku dijerat dengan pasal 339 subsider pasal 338 KUHP subsider 170 ayat 1 ke -3 atau pasal 365 ayat 4 jo 53 KUHP jo Pasal 55, 56 KUHP Jo UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang sistem peradilan anak-anak. (RK- RM/taman)


Simalungun,RotasiKepri.com -- Sebanyak 12  pria, warga Huta IV Dusun Pining II Nagori Bosar Galugur Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ditangkap dan ditetapkan jadi tersangka oleh aparat kepolisia Polsek Tanah Jawa Resort Polres Simalungun. 


Ke 12 nya ditangkap dan ditetapkan jadi tersangka karena diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang pemuda bernama Surya Ganda alias Nanda (20), yang diduga melakukan tindak pidana pencurian


12 orang yang ditangkap dan ditetapkan jadi tersangka diketahui berinisial RS (32), JS (21), GWG (20), RT (24), BS (47), AS (34), BN (21), RPS (21), TS (55), HBB (53), SS (31) dan SH (46).


"Aksi Penganiayaan ini berawal pada Selasa (25/5/2021) malam lalu, sekira pukul 20.45 Wib. Dimana, saat itu Marta boru Samosir berada di dalam kamar rumahnya mendengar suara gesekan dari tembok samping kamar tempat di parkir 1 Unit Sepedamotor jenis Honda Kharisma BK 2874 QL dan 1 Unit Mobil jenis AVANZA milik Pelaku RS yang tak lain suaminya;" kata Kapolsekta Tanah Jawa Kompol Selamat didampingi Kasat Reskrim AKP Rachmat Aribowo SIK, MH dan Kanit Reskrim IPTU J.W Saragih SH menggelar Press Release, Senin (31/5/2021) sore.


Saat itu, dilanjutkan Kapolsek Selamat, merasa curiga Marta membuka horden jendela kamar dan melihat seorang laki – laki yang dikenali memakai baju kaos warna hitam celana Jeans berada disamping dan memegang stang sepedamotor Honda Kharisma BK 2874 QL itu. Marta pun berteriak, “Woi”. Laki laki itu terkejut dan melarikan diri, Mendengar suara Marta, Pelaku RS menghampiri Istrinya Marta kekamar dan bertanya “Ada apa?”, Marta menjawab “Ada yang mau mencuri kereta”.


Lalu, lanjut  Selamat, Pelaku RS membuka pintu depan dan melakukan pencarian terhadap laki laki itu disekitar rumah dan kembali kerumah kemudian mengambil sepedamotor untuk melakukan pencarian ke Simpang Dusun Pining II lalu bertemu dengan Pelaku JS dan mengatakan “Amang boru tadi ada orang mau mencuri kereta kami dan orangnya lari kesekitar sini. Ciri cirinya memakai baju hitam celana jean, orangnya tinggi. Manatahu lewat disini ditangkap


Setelah mengatakan hal tersebut Pelaku RS kembali kerumah dan Pelaku RS bersama warga berjalan kaki melakukan pencarian di areal kebun ubi. Saat itu Pelaku RS dan warga mendengar suara Pelaku JS mengatakan “Ini orangnya” sembari mengamankan laki laki mengaku bernama Nanda warga Paya Lombang Tebing Tinggi. Pelaku RS membawa Nanda ke rumah nya dan mempelihatkan kepada isterinya Marta boru Samosir.


Marta pun mengatakan “Benar ini orangnya yang ku lihat di garasi yang mengambil kereta”. Secara spontan warga yang sudah berkumpul didepan rumah Pelaku RS langsung memassakan Nanda. Mendapat informasi dari warga bahwa ada pelaku pencurian dimassakan membuat personil Polsekta  Tanah Jawa langsung menuju ke TKP. Saat itu para personil melihat warga sudah ramai berkerumun didepan rumah Pelaku RS dan kondisi Nanda diduga pelaku curanmor dalam keadaan luka luka pada bagian kepala, wajah, telinga dan badannya serta tidak sadarkan diri


Personil pun membawa Nanda ke Puskesmas Tanah Jawa untuk mendapatkan perobatan, dan oleh pihak Puskesmas merujuk ke Rumah Sakit Bahlimbingan. Tetapi kondisi parah, Nanda dirujuk ke RSUD dr Djasamen Saragih. Hari Rabu (26/5/2021) siang sekira Pukul 14.25 Wib, pihak RSU Djasamen Saragih menyatakan Nanda meninggal dunia.


Mendengar itu sore harinya sekira pukul 17.00 Wib Kanit Reskrim bersama Tim Opsnal mengamankan 7 orang yang diduga pelaku pengeroyokan dan hari Kamis (27/5/2021) sore sekira pukul 18.00 Wib Pangulu Nagori Bosar Galugur bermarga Sitorus menyerahkan lima orang pelaku lagi ke Mako Polsekta Tanah Jawa


“Sementara ini kita tetapkan tersangka sebanyak 12 orang sesuai gelar perkara di Polskta Tanah Jawa dan Polres Simalungun. Para Tersangka itu diancam Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara dan atau Pasal 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Tidak tertutup kemungkinan akan bertambah lagi tersangka sesuai pengakuan para tersangka yang sudah ditahan,”kata Kompol Selamat.


Ditambahkan Kapolsek, dari olah TKP ditemukan barang bukti seutas wayar listrik panjang sekitar 1 meter yang dipergunakan tersangka RS mengikat tangan korban kearah belakang, 1 potong celana panjang jenis jeans warna hitam dan 1 potong baju jenis oblong warna hitam yang dipakai korban saat dianiaya serta 1 unit sepedamotor Yamaha Mio warna putih tanpa plat.


“Saya menghimbau kepada masyarakat khususnya diwilayah hukum Polsekta Tanah Jawa bila ada mencurigai seseorang yang terlibat tindak pidana kejahatan supaya tidak langsung menghakimi tetapi dibawa ke kantor polisi terdekat,”kata Kapolsekta Tanah Jawa Kompol Selamat mengakhiri.


Ditemui di kantor Polsek Tanah Jawa, Marulam Pandiangan SH, selaku Penasehat Hukum korban mengatakan bahwa keluarga korban sudah mengiklaskan kepergian korban. 


"Keluarga korban sudah memaafkan para tersangka dan sudah mengiklaskan kepergian korban," ucap Marulam Pandiangan sembari pergi meninggalkan wartawan menuju mobilnya diparkiran. (RK - taman)


Pematang Siantar,RotasiKepri.com -- Guna mempercepat proses penyelidikan untuk mengungkap pelaku teror yang menimpa wartawan media online, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara di dampingi Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar Edi Sukamto turun ke kediaman wartawan media online, Bamby Lubis di Jalan Jalan Jorlang, Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar, Sumatera Utara. Senin, (31/05/2021).

 

Amatan dilokasi (kediaman Bamby) tampak Tim Labfor Polda Sumut yang melakukan oleh TKP berjumlah kurang lebih 8 Orang dengan dibagi 2 Tim. Selain itu tim Reskrim dari Polres Kota Pematangsiantar dan Kasat Reskrim Polres Kota Pematangsiantar terlihat turut hadir mendampingi Tim Labfor Polda Sumut saat melakukan Olah TKP.


Kepada wartawan, Bamby Lubis (korban)  membenarkan kedatangan Tim Labfor Polda Sumut dan dari Polres Pematangsiantar. "Ya benar,  Pihak Kepolisian dari Tim Labfor Polda Sumut dan dari Polres Pematangsiantar, siang tadi sekitar pukul 14.00 wib, sudah datang ke rumah untuk olah TKP.," ucapnya


“Sebelumnya juga tadi sekitar jam 12.00 siang, saya sudah di panggil Polres Pematangsiantar, untuk buat BAP jadi Saksi. Jadi, Saksi-Saksi dari kita juga sudah dipanggil Polisi.” Terang Bemby.


Bemby juga menyampaikan jika sejauh ini menurut dia, Bahwa Pihak Kepolisian Kasat Reskrim dan Tim Reskirim Polres Pematangsiantar sudah bekerja dengan baik.

“Kita juga berharap, agar kasus ini cepat terungkap, dan pelaku segera ditangkap dan diproses secara Hukum.” Sebutnya.


Sekedar diketahui, bahwa pada Sabtu, (29/05/2021) dini hari, sekitar jam 03.30 wib Kediaman alias Rumah Bamby Lubis, yang juga salah satu Pemilik media Online Linktodays.com, diteror OTK (Orang Tak Dikenal) dengan cara melempar Bensin ke Arah pintu masuk Rumah, Hingga terjadi Kebakaran di bagian depan Rumah.


Bamby menduga, teror tersebut Akibat adanya Pemberitaan terkait terduga Bandar Narkoba di Pematangsiantar yang berinisial UH.


Selanjutnya Pada Jumat (28/05/2021) Tim Redaksi Lintodays.com menerbitkan Pemberitaan yang berjudul “Peredaran Narkoba Siantar Pake Sistem Buka Tutup, Kasat Narkoba Siantar Diduga Tutup Mata.” Berita tersebut terbit Pada pukul 14.53 Wib. 


Lanjut Bamby menjelaskan, bahwa sebelum 2 Minggu yang lalu pada Selasa, (14/05/2021) dirinya mendapati Ancaman dari seseorang inisial UH yang mengatakan “kalau kau masih sayang keluargamu mu dan masih mau lihat mereka tak usah campuri aku kalw tak mau berkawan sama aku,” tulis UH kepada Bamby. (RK - taman)


Simalungun,RotasiKepri.com -- Motif kedua pelaku pembunuhan terhadap korban Porta Tumanggor (52) warga Nagori Tano Tinggir, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, karena sakit hati akibat beberapa kali meminjam uang korban tidak pernah memberikannya. Hal tersebut diungkap Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo SIK, saat menggelar press release di Lapangan Aspol Mapolres Simalungun, Senin (31/5/2021) sekira pukul 14.30 WIB.


Dalam keterangannya, Kapolres Simalungun yang didampingi Kasat Reskrim AKP Rachmat Aribowo SIK MH, Kapolsek Purba Iptu M Sinaga, dan Kanit I/Jatanras Ipda Antonyus Hutahaean SH MH, menjelaskan keberhasilan pengungkapan kasus tersebut dibantu Tim Opsnal Unit 2 Buncil Subdit III Krimum Polda Sumut.


"Kedua pelaku kita amankan dari Hotel Hawai Padang Bulan Medan. Sejumlah barang bukti ini juga kami amankan dari kedua pelaku diantaranya ada uang tunai dan barang-barang lainnya", kata Agus Waluyo sembari menunjukkan sejumlah barang bukti di meja dihadapan para awak media.


"Korban pertama kali ditemukan dalam posisi seolah-olah gantung diri. Namun dari hasil pemeriksaan anggota ada kejanggalan. Berkat bantuan informasi dari masyarakat dan para rekan-rekan media, serta hasil olah TKP akhirnya kita bisa mengungkap kasus ini", ungkap Agus Waluyo dihadapan para awak media.


Terakhir dijelaskannya, para pelaku PA Boru S (40) dan H Boru T (45),  keduanya warga yang sama dengan korban, akan dijerat pasal 338 KUHPidana subsider 170 KUHPidana ayat (2) dan atau pasal 365 dengan ancaman maksimal 15 tahun.(RK - taman) 

 

ket foto : kedua pelaku yang diamankan petugas


Medan,RotasiKepri.com -- Kasus pembunuhan wanita di Perladangan Kopi Negeri Tano Tinggir Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara berhasil diungkap polisi. Tidak sampai 2x24 jam, dua wanita diduga pelaku pembunuhan ditangkap saat bersembunyi di Hotel Hawai Jalan Jamin Ginting Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (29/5/2021)


Tim Jahtanras Sat Reskrim Polres Simalungun bersama Tim Buncil Subdit III Krimum Poldasu mengungkap kasus pembunuhan sadis yang menimpa seorang wanita di Perladangan Kopi Negeri Tano Tinggir Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Dua pelaku ternyata wanita

 

Keduanya pun ditangkap tanpa perlawanan saat bersembunyi di Hotel Hawai Jalan Jamin Ginting Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan.


Kedua wanita diduga pelaku itu, A Boru S (40) dan H Boru T (45),  Keduanya merupakan warga Huta Tinggir Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, Sumut.


Kepada wartawan Minggu (30/5/2021), Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Rachmat Aribowo SIK, MH, mengatakan polisi mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 2 unit handphone (HP) yang dibeli pelaku dengan menggunakan uang milik korban yang diambil dari dalam tas korban, 2 unit cincin milik korban dan uang tunai sekitar Rp 2.500.000 yang merupakan sisa uang milik korban yang diambil dari dalam tas korban sekira Rp 8.000.000.


Pembunuhan sadia ini terjadi Kamis (27/5/2021) siang, sekira pukul 13.00 Wib. Dimana, Kapolsek Purba IPTU M Purba menerima laporan dari Pangulu Negeri Tano Tingkir bahwa adanya penemuan mayat sesosok wanita bernama Porta Boru Tumanggor (52), dalam kondisi terikat di pohon kopi dengan gulungan kain panjang dan posisi kedua tangan korban juga terikat di pohon kopi yang jelasnya di Perladangan kopi milik Ismail Turnip yang terletak di Negeri Tano tinggir Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun, Sumut.


Selanjutnya Unit Jahtanras Sat reskrim Polres Simalungun dan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun datang dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan dibantu oleh Subdit III Krimum Polda Sumut lalu mengevakuasi jenazah korban Porta Boru Tumanggor guna autopsi ke ruangan jenajah RSUD dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar.


Setelah dilakukan penyelidikan, pada Hari Sabtu (29/5/2021) sore sekira pukul 17.00 Wib Kanit Jahtanras IPDA Antonyus Hutahaean, SH, MH menerima informasi keberadaan kedua pelaku di seputaran Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. 


Lalu malam harinya sekira pukul 22.00 Wib Kanit Jahtanras dan Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Simalungun dibantu oleh Tim Opsnal Unit 2 Buncil Subdit III Krimum Poldasu dipimpin Panit 1 IPDA Soewandi Samosir, SH berhasil mengungkap sekaligus meringkus ke dua pelaku bersembunyi di Hotel Hawai Jalan Jamin Ginting Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan. 


"Kini kedua Pelaku, A Boru S dan H Boru T sudah diamankan dan sudah di bawa ke Sat Reskrim Polres Simalungun guna dilakukan penyidikan untuk diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku," ucap Kasat Reskrim AKP Rachmat Aribowo. (RK - taman)

ket foto : kedua pelaku sesudah ditangkap petugas

Medan,RotasiKepri.com -- Dalam dua hari, Polres Toba dibantu personel Subdit III/Jatanras Polda Sumut berhasil mengungkap oembunuhan terhadap ibu Guru SD Negeri 173559 Desa Lumban Lobu, Lisbet Martalena Butarbutar (49), dengan 24 luka tusukan ditubuhnya.  


Kasus pembunuhan terhadap ibu Guru SD Negeri 173559 Desa Lumban Lobu itu terjadi pada Senin (24/5/2021). Jasad korban ditemukan bersimbah darah di dalam rumahnya di Dusun I, Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatulunasi, Kabupaten Toba, Propinsi Sumatera Utara.


Setelah dilakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah keterangan, akhirnya kasus pembunuhan yang merenggut nyawa guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, terungkap.


Dua pria masing-masing berinisial RT (23) dan DN (16), dibekuk Tim Reskrim Polres Toba dengan personel Subdit III/Jatanras Polda Sumut disebuah rumah kost di Kawasan Medan Amplas, Kota Medan, Kamis (27/5/2021).


Dirkirum Polda Sumut, Kombes Pol. Tatan Dirsan melalui Kasubdit III/Jatanras, AKBP. Taryono Raharja kepada wartawan mengatakan akibat melakukan perlawanan, kaki kedua tersangka terpaksa ditembak.


“Tim masih melakukan pengembangan guna membekuk satu tersangka lain yang masih dalam pengejaran,” ujar Taryono meski belum memberi keterangan lebih detail terkait motif pembunuhan yang diduga dilakukan tersangka.


Sementara untuk diketahui, Lisbet Martalena Butarbutar (49) merupakan janda berprofesi guru SD Negeri 173559 Lumban Lobu itu ditemukan tewas dikediamannya di Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba, Senin 25 Mei 2021, kemarin.


Jasad korban pun ditemukan berlumuran darah dengan kondisi bagian atas setengah bugil.


Mendapat laporan itu, Tim Inafis Polda Sumut bersama personel Reskrim Polres Toba pun melakukan penyelidikan hingga akhirny kasus pembunuhan korban yang tinggal seorang diri dirumah diungkap polisi. (RK - taman) 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.