Tas Plastik Berisi Bayi Ditemukan di Teras Rumah Warga Parapat, Tali Pusar Masih Lengket

 Ket. Foto : Tampak Petugas medis RSUD Parapat menggendong bayi
yang ditemukan di teras rumah warga di Parapat,Sabtu (6/2/2021).

ROTASI KEPRI - SIMALUNGUN. 
Warga di Kota Pariwisata Parapat Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dikejutkan dengan penemuan bayi berjenis kelamin laki laki diteraa rumah milik warga, Jumat (6/5/2/2021) malam.

Penemuan bayi yang diduga dibuang orang tuanya tersebut ditemukan tengah malam kemarin terbungkus dalam tas plastik disalah satu teras rumah warga di Dusun Saitnihuta, Kelurahan Parapat Kecamatan Girsang Sipamgan Bolon Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara

Kondisi bayi mungil itu diduga baru dilahirkan lantaran ada darah dan ari-ari masih menempel di tali pusar.

Kapolsek Parapat, Iptu Hosea Ginting melalui Kepala Seksi Humas Aiptu B Tambunan mengatakan bayi yang diduga berumur beberapa hari itu diduga sengaja di letakan orang tuanya di depan pintu rumah salah satu warga di Dusun Saitnihuta, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipamgan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara

Saat ditemukan bayi yang tali pusarnya masih lengket dibungkus dengan kain horden dan baju kaos. Warga kemudian melaporkan ke Polsek Parapat dan mengevakuasi bayi malang itu ke RSUD Parapat untuk mendapatkan perawatan

Saat ini bayi dititipkan di RSUD Parapat dan motif serta pelaku yang meletakannya di depan rumah warga masih dalam penyelidikan polisi," kata Tambunan.

Ket. Foto : Bupati Simalungun JR Saragih melihat kondisi bayi yang ditinggalkan orang tuanya
 di teras rumah warga Parapat, Sabtu (6/2/2021)

Bupati Simalungun Kapten Cpm (Purn.) Dr. Jopinus Ramli Saragih S.H., M.H berharap polisi segera menemukan pelaku yang meninggalkan bayi laki-laki yang dibungkus tas plastik di rumah warga di Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon.

Harapan itu disampaikannya usai melihat langsung kondisi bayi yang saat ini dirawat di RSUD Parapat, Sabtu (6/2/2021). 

JR Saragih mengatakan, pencarian pelaku atau orang tua bayi tersebut penting dilakukan untuk mengetahui motifnya.

"Bukan semata-mata untuk proses hukum. Kita juga harus mengetahui motif kenapa bayi itu ditinggalkan pelaku. Jika memang karena himpitan ekonomi, pemerintah wajib membantunya sehingga diharapkan bayi tak berdosa itu bisa kembali ke pelukan ibunya," ujar JR.

Menurutnya, sejumlah barang bukti di lokasi penemuan bayi diyakini bisa dijadikan sebagai petunjuk menemukan orang tua bayi itu. JR yang didampingi Kadis Kesehatan Lidia Saragih, Camat Girsang Sipangan Bolon Eva Tambunan, meminta pihak RSUD Parapat merawat bayi laki-laki tersebut dengan baik sehingga kondisinya tetap sehat. (RK - TAMAN)



Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.