Aksi Penanaman Puluhan Mangrove Akan di Lakukan Kembali Oleh LSM PLH - K Kepri


Keterangan : Ketua DPP LSM PLH-K Kepri, Suardi (Baju Biru) akan kembali melakukan penanaman 10.000 batang bibit mangrove

Batam, Rotasikepri.com - Dalam upaya me-reboisasi serta warnai peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2023, DPP LSM Peduli Lingkungan Hidup dan Kelautan (PLH- K) Kepulauan Riau akan melakukan penanaman sepuluh ribu batang bibit mangrove. Senin, (19/6/2023).

Di tahun 2023, PLH - K telah melakukan sosialisasi dan pembina dengan membawahi kurang lebih 90-an kelompok masyarakat yang secara sukarela menjadi bagian dari lingkungan. Selain itu, LSM PLH - K juga melakukan aksi penanaman bibit mangrove di titik kerusakan yang ada di Kota Batam. 

Lembaga swadaya masyarakat PLH K Propinsi Kepri ini tak henti untuk terus menjaga berkomitmen mendukung pelestarian alam dan mitigasi perubahan iklim melalui program penyediaan, pembibitan hingga penanaman mangrove.

Dalam program penanaman mangrove ini, PLH K Kepri melakukan pembibitan hingga penanaman yang dilakukan di penjuru pesisir Kota Batam dengan dibantu para relawan dari warga Setokok Kota Batam.
Keterangan : foto bersama dengan Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin Hamid (tengah) di acara penanaman bibit mangrove oleh Polda Kepri di Setoko, Jembatan 3. Bulang. Kota Batam

Ketua PLH K Kepri, Suardi menegaskan pihaknya terus menebarkan semangat melakukan rehabilitasi mangrove untuk menjaga lingkungan sekitar.

“Di bawah koordinasi LSM PLH K Propinsi Kepri, di tahun 2023 ini kami melakukan rencana kegiatan rehabilitasi mangrove di wilayah khusus kota Batam itu sekitar kurang lebih 10.000,” kata Suardi kepada media

Ia juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Bulan Juni merupakan sebuah momentum untuk membuka wawasan masyarakat tentang bagaimana pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Kami berharap adanya suatu kebijakan dari pemerintah yang mengarah kepada perlindungan terhadap lingkungan di Batam dan Kepri pada umumnya,” ujar Suardi.

Masih kata Suardi, Satu titik kelemahan pemerintahan bawah sampai saat ini kebijakan pemerintah belum begitu mengarah kepada isu lingkungan. Hal ini terlihat dari masih banyak terjadinya pembiaran terhadap terhadap pencemaran.

“Masih banyak terjadinya pembiaran terhadap terhadap pencemaran.limbah maupun pengrusakan mangrove itu sendiri,” tegas Suardi.

Namun, sebagai organisasi yang bergerak dalam perlindungan mangrove , mereka tidak pernah patah semangat dan tidak pernah berputus asa untuk terus melakukan dan mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk terus melakukan kegiatan rehabilitasi mangrove mulai dari persemaian bibit mangrove sampai ke kegiatan penanaman.

Di akhir kata. Suardi mengatakan dalam rangka tetap menjaga keseimbangan ekosistem hutan mangrove khususnya di Pulau Galang, PLH K Kepri mengajak pemerintah setempat maupun yang lainnya untuk saling bermitra dan berkolaborasi untuk terus melakukan kegiatan rehabilitasi mangrove.

“Ini kita lakukan agar kita bisa memulihkan kondisi lingkungan yang kondisi lingkungan yang menurut kami sudah mulai terkikis hingga saat ini,” tutup Ketua DPP LSM PLH- K Kepri, Suardi. (Red)

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.