![]() |
| Foto mediasi antara korban dengan pelaku di Polsek Batu Ampar. doc/sumber. |
Batam, Rotasikepri.com — Perselisihan yang sempat memanas di kawasan kuliner Tenda Biru, Nagoya, Kota Batam, Kepulauan Riau, akhirnya berakhir damai. Konflik yang sebelumnya memicu peristiwa pemukulan terhadap korban berinisial J oleh pelaku yang akrab disapa Wakwak tersebut diselesaikan melalui jalur kekeluargaan setelah kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Senin (16/3).
Kesepakatan damai itu dicapai dalam pertemuan mediasi yang berlangsung di Polsek Batu Ampar, Kota Batam. Proses tersebut turut disaksikan oleh aparat kepolisian, tokoh masyarakat, serta sejumlah sesepuh yang dihormati di kawasan Nagoya.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, kedua pihak yang sebelumnya berselisih sepakat untuk saling memaafkan dan tidak memperpanjang persoalan yang sempat terjadi. "Keputusan tersebut diambil demi menjaga keharmonisan, persaudaraan, serta ketenteraman di tengah masyarakat," ujar korban.
Korban juga menyampaikan momentum bulan suci Ramadan menjadi salah satu faktor yang mendorong terciptanya perdamaian tersebut. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan pentingnya menjaga persaudaraan menjadi pengingat bahwa menjaga hubungan baik antar sesama jauh lebih penting daripada mempertahankan konflik.
Tokoh masyarakat yang hadir dalam mediasi itu juga mengingatkan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Mereka berharap kawasan kuliner Tenda Biru tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat yang datang untuk menikmati kuliner sekaligus bersilaturahmi.
Perdamaian ini menunjukkan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. Kedua belah pihak pun sepakat untuk kembali menjalin hubungan yang harmonis serta bersama-sama menjaga ketertiban di kawasan Nagoya.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa keberagaman di tengah masyarakat tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan. Dengan saling menghormati dan menjaga kebersamaan, kehidupan yang damai dapat terus terwujud.
Di bulan Ramadan, semangat saling memaafkan kembali mengajarkan bahwa ketika hati dibuka untuk berdamai, setiap konflik selalu memiliki jalan penyelesaian. (Red).


Posting Komentar