Latest Post





Rotasikepri.com, Batam – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Batam, Yosafat Rizanto, menghadiri Upacara Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan pada Selasa pagi, pukul 08.00 WIB.


Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Kehadiran Kalapas Batam dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap sinergi lintas instansi dalam mendorong pembangunan daerah serta memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan berbagai unsur terkait.


Program TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI bersama rakyat dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 


Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap pembangunan daerah semakin kuat.


Partisipasi Kalapas Batam dalam kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat koordinasi dan memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pembangunan serta kemajuan Kota Batam.


Dengan terjalinnya sinergi yang baik antarlembaga, diharapkan berbagai program pembangunan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Redaksi Sihol M Sidebang 



Rotaskepri.com, Batam – Peredaran rokok tanpa pita cukai di Kota Batam kembali menjadi sorotan publik. Salah satu merek yang disebut-sebut oleh masyarakat dan pedagang adalah rokok PSG yang diduga beredar tanpa dilekati pita cukai sebagaimana mestinya. Selasa (13/10/2026)


Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: bagaimana produk rokok yang diduga tidak memenuhi ketentuan cukai dapat beredar secara terbuka di berbagai warung kelontong, kios rokok hingga sejumlah titik penjualan eceran di wilayah Batam?


Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga, rokok yang diduga tanpa pita cukai tersebut disebut dapat ditemukan dengan relatif mudah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa praktik peredaran rokok ilegal masih berlangsung dan belum sepenuhnya tersentuh penegakan hukum.


Masyarakat menilai persoalan ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, melainkan berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar akibat hilangnya penerimaan dari sektor cukai hasil tembakau.


"Kalau memang benar rokok tanpa cukai bisa dijual bebas, tentu negara yang dirugikan. Kami berharap Aparat terkait serius melakukan penindakan dan jangan sampai ada kesan pembiaran," ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.


Sorotan publik kini mengarah kepada instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan dan penindakan barang kena cukai, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Warga berharap dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur distribusi, pemasok, hingga pihak-pihak yang diduga terlibat dalam peredaran Rokok ilegal tersebut.


Sejumlah kalangan bahkan mempertanyakan apakah maraknya peredaran rokok tanpa pita cukai ini terjadi akibat lemahnya pengawasan, keterbatasan pengawasan lapangan, atau adanya faktor lain yang perlu diungkap melalui proses penyelidikan resmi.


Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum terdapat bukti yang dapat menunjukkan keterlibatan oknum aparat dalam dugaan peredaran rokok ilegal tersebut. Oleh karena itu, setiap dugaan mengenai keterlibatan pihak tertentu harus dibuktikan melalui proses hukum dan penyelidikan yang berwenang.


Ancaman Pidana Rokok Tanpa Pita Cukai


Peredaran rokok tanpa pita cukai bukan persoalan sepele. Ketentuan mengenai cukai telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007.


Dalam Pasal 54 UU Cukai, disebutkan bahwa:


"Setiap orang yang menawarkan, menyerahkan, menjual atau menyediakan untuk dijual barang kena cukai yang tidak dikemas untuk penjualan eceran atau tidak dilekati pita cukai sebagaimana diwajibkan, dapat dipidana dengan pidana penjara dan/atau denda sesuai ketentuan yang berlaku."


Sementara itu, Pasal 56 UU Cukai juga mengatur sanksi bagi pihak yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh atau memberikan barang kena cukai yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana di bidang cukai.


Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa bukan hanya produsen atau pemasok yang dapat dimintai pertanggungjawaban hukum, tetapi juga pihak-pihak dalam rantai distribusi apabila terbukti mengetahui asal-usul barang yang melanggar ketentuan cukai.


Publik Minta Penindakan Nyata


Maraknya dugaan peredaran rokok tanpa pita cukai di Batam dinilai dapat menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Pelaku usaha yang patuh terhadap aturan dan membayar kewajiban cukai berpotensi dirugikan oleh beredarnya produk yang dijual dengan harga lebih murah karena tidak menanggung beban cukai sebagaimana mestinya.


Masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum, Bea Cukai, kepolisian, serta instansi terkait segera turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak terhadap gudang, distributor, kios grosir, hingga titik-titik penjualan yang diduga memperdagangkan rokok tanpa pita cukai.


Selain itu, publik juga meminta adanya transparansi hasil pengawasan agar tidak muncul spekulasi maupun dugaan negatif di tengah masyarakat.


Jika Memang Ada Pelanggaran ,Tindak Tegas.Jika Tidak Ada Pelanggaran ,Sampaikan Kepada Publik.Jangan Sampai Muncul Kesan Hukum Hanya Tajam Kepelaku Kecil Tapi Tumpul Terhadap Jaringan yang Lebih Besar Ungkap Seorang Warga.


Peredaran Rokok ilegal Tanpa Pita Cukai Bulan Hanya Persoalan Pelanggaran Hukum ,Tetapi Juga Menyangkut Penerimaan Negara ,kepastian usaha yang Sehat dan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Efektivitas Pengawasan.Karena itu ,Aparat Terkait Diharapkan Segera Memberikan Penjelasan Serta Langkah Konkret atas Berbagai Temuan dan Keluhan Masyarakat yang Berkembang di Kota Batam.


Hingga Berita ini Diterbitkan ,Pihak Bea Cukai Batam Belum Memberikan Keterangan Resmi Terkait Dugaan Peredaran Rokok PSG Tanpa Pita Cukai yang Disebut Sebut Beredar di Sejumlah Wilayah Kota Batam.


Redaksi (Henry Faizal Lubis) (Sihol M Sidebang)



Rotasikepri.com, Batam - Personel Polsek Batam Kota Polresta Barelang melaksanakan kegiatan monitoring dan pemantauan terhadap sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi selama 24 jam di wilayah hukum Polsek Batam Kota. 


Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan, keributan akibat antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM), serta kemacetan lalu lintas. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, (12/10/2026), sekira pukul 23.30 WIB.


Monitoring dilaksanakan oleh personel Polsek Batam Kota, yakni Aiptu Sahat Pakpahan, Aipda Ronalldy, Brigpol Efran Harefa, dan Brigpol David Ginting. Adapun lokasi pemantauan meliputi Kantor PLN Kawasan Imperium Batam Centre, SPBU Marchelia, SPBU depan Plamo Garden, SPBU KDA, SPBU Mediterania, dan SPBU Botania. 


Kegiatan ini bertujuan memastikan situasi keamanan di lokasi pelayanan publik tetap terjaga, terutama pada malam hari saat masyarakat masih melakukan aktivitas pengisian BBM.


Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, terdapat lima SPBU di wilayah hukum Polsek Batam Kota yang beroperasi selama 24 jam. 


Aktivitas masyarakat yang melakukan pengisian BBM terpantau masih cukup ramai, tetapi berjalan lancar dan tertib. Personel tidak menemukan antrean panjang yang mengular hingga mengganggu arus lalu lintas di sekitar SPBU, sehingga aktivitas masyarakat dan pengguna jalan tetap dapat berlangsung dengan baik.


Selain melakukan pemantauan di sejumlah SPBU, personel Polsek Batam Kota juga memeriksa situasi di Kantor PLN Kawasan Imperium Batam Centre. Dari hasil pemantauan, kondisi di lokasi tersebut terpantau aman dan kondusif. 


Langkah ini merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memantau perkembangan situasi keamanan di sejumlah titik aktivitas masyarakat serta mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan Kamtibmas.


Dalam pelaksanaan kegiatan, personel melakukan koordinasi dengan pengawas SPBU untuk mengantisipasi potensi keributan akibat antrean kendaraan yang cukup ramai. Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang hendak mengisi BBM agar tetap tertib, mengikuti arahan petugas, serta menjaga ketertiban selama berada di area SPBU. 


Selain itu, personel melakukan pemantauan terhadap tempat-tempat keramaian dan melaporkan setiap perkembangan situasi kepada pimpinan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah kepolisian selanjutnya.


Melalui kegiatan monitoring tersebut, Polsek Batam Kota Polresta Barelang berupaya memastikan pelayanan pengisian BBM kepada masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lancar. 


Kehadiran personel kepolisian di lapangan diharapkan mampu mencegah potensi gangguan keamanan, menjaga kelancaran arus lalu lintas, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hari. 


Secara keseluruhan, situasi di sekitar lima SPBU yang menjadi sasaran pengamanan dan pemantauan serta Kantor PLN Kawasan Imperium Batam Centre terpantau aman dan kondusif.


Polresta Barelang mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga ketertiban, mematuhi aturan lalu lintas, serta bersama-sama memelihara keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. 


Apabila masyarakat menemukan gangguan Kamtibmas, membutuhkan bantuan kepolisian, atau melihat adanya kejadian yang memerlukan penanganan segera, masyarakat dapat menghubungi layanan Polisi 110 yang siap menjadi sarana pelaporan dan permintaan bantuan kepolisian. 


Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polresta Barelang diharapkan terus terjaga.(Red)



Rotasikepei.com, Batam – PT PLN Batam berhasil memulihkan pasokan listrik kepada pelanggan terdampak di Kota Batam menyusul gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan pemadaman meluas pada Senin (12/10) pukul 06.37 WIB. Pemulihan sistem ini merupakan hasil kerja intensif seluruh tim teknis dan operasional yang terus melakukan penormalan sistem kelistrikan secara bertahap.


Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan gangguan pada instalasi kelistrikan hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah. Penyebab pasti gangguan masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang.


Proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan sejak Senin (12/10) malam. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi terdampak telah berhasil dinormalkan, diikuti dengan pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam kembali menyala.


Pemulihan dilakukan melalui tahapan teknis yang terukur, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga pemulihan jaringan transmisi dan distribusi. Seluruh proses dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan, kestabilan, dan keandalan sistem kelistrikan.


Meski pasokan listrik telah kembali normal, PLN Batam tetap menyiagakan petugas teknis dan operasional untuk memantau kondisi sistem serta memastikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.


Selain memastikan pemulihan pasokan listrik, PLN Batam juga berkomitmen memenuhi hak pelanggan atas mutu pelayanan. Apabila gangguan yang terjadi melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan, PLN Batam akan memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.


Bagi pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10% dari biaya beban bulanan, mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017. Sementara itu, bagi pelanggan layanan keandalan, kompensasi diberikan sebesar 15% hingga 25% dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL) sesuai dengan jenis layanan keandalan yang diperjanjikan.


Kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya, tanpa perlu pengajuan klaim dari pelanggan.


PLN Batam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan dukungan seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.


Narahubung

Rudi Antono

Sekretaris Perusahaan PLN Batam

Telp. 0778 463150

Facs. 0778 463153


Tentang PLN Batam

PT PLN Batam sebagai Pemegang Izin Usaha Ketenagalistrikan Untuk Umum (PIUKU) dengan wilayah kerja Batam, Rempang, Galang dan wilayah lainnya akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan dengan senantiasa menyediakan tenaga listrik yang handal dengan bertumpu pada Sumber Daya Manusia yang profesional.(*)



Rotasikepei.com, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan pasokan listrik yang mengalami gangguan di sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya.


Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan koordinasi dilakukan untuk mengoptimalkan penanganan gangguan, terutama dalam menjaga keberlangsungan layanan pada objek vital seperti rumah sakit, bandara dan fasilitas pelayanan publik lainnya.


“BP Batam terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan listrik. Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem,” kata Ariastuty di Batam Centre, Senin (12/10).


Ia menjelaskan, gangguan listrik berdampak pada operasional sejumlah instalasi pengolahan air (IPA), sehingga produksi dan distribusi air berpotensi terganggu atau mengalami penurunan tekanan.


Saat ini, pihaknya bersama mitra mengoptimalkan dengan penggunaan genset di IPA namun hanya bisa mencakup sekitar 30 persen produktivitas air.


Disebutkan, pemadaman listrik (PLN Off) berdampak pada operasional Water Treatment Plant (WTP) di beberapa lokasi, yaitu Ladi, Harapan, MK, Piayu, Tembesi, Nongsa dan DK 1–5.


Lebih lanjut, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perkembangan lebih baru. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan sesuai kebutuhan hingga pasokan listrik kembali normal.


“Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pelanggan ABH,” terang Ariastuty.


Sementara itu, Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan faktor penting bagi keberlangsungan kegiatan usaha sekaligus daya saing investasi Batam.


Menurutnya, upaya pemulihan perlu diikuti evaluasi menyeluruh bersama PLN Batam untuk mengidentifikasi penyebab gangguan dan memperkuat ketahanan sistem kelistrikan.


“Keandalan listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas industri dan investasi. Kami mendorong evaluasi bersama untuk mengidentifikasi penyebab gangguan, meningkatkan kesiapan sistem, serta memperkuat langkah mitigasi agar kejadian serupa dapat diantisipasi ke depan,” jelas Fary.


BP Batam mendorong penguatan koordinasi dan evaluasi lintas pihak guna meningkatkan keandalan pasokan listrik, menjaga keberlangsungan pelayanan publik, mendukung aktivitas ekonomi dan iklim investasi Batam.


PLN Batam terus melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan secara bertahap. Hingga pukul 08.49 WIB, sejumlah jaringan distribusi telah berhasil dinormalkan dan kembali menyalurkan pasokan listrik ke beberapa wilayah di Kota Batam.


Pemulihan dilakukan secara bertahap dengan memberikan perhatian khusus pada pasokan listrik untuk objek vital dan fasilitas pelayanan publik, seperti bandara, rumah sakit, pelabuhan, serta fasilitas strategis lainnya. (Red*)


Rotasikepri.com, Batam - Akibat Pemadaman listrik melanda sebagian besar wilayah Batam, Bintan, dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau pada Senin 12 Oktober 2026.


Gangguan terjadi sejak pagi sekitar pukul 06.30 WIB akibat gangguan sistem kelistrikan Batam Bintan.


Kota Batam mengalami kelumpuhan aktivitas, dengan rentetan bencana pelayanan publik: pemadaman listrik massal, hilangnya sinyal telekomunikasi, hingga terhentinya pasokan air bersih.  


Dampak Merata, Dari Pabrik Sampai Lampu Merah


PLN Batam menyatakan tim teknis dan operasional dikerahkan untuk mencari titik gangguan serta memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap. 


Penyebab gangguan masih dalam proses investigasi. Gangguan ini terjadi pada sistem kelistrikan yang menghubungkan Batam dan Pulau Bintan melalui kabel bawah laut.


Di lapangan, efeknya langsung terasa:

Pekerja pabrik di kawasan Kabil, Nongsa dipulangkan karena listrik tidak tersedia.


 "Iya, kami dipulangkan, karena listrik mati. 


Sampai di rumah juga lampu mati, air mati," ujar Indah, pekerja di Kabil. • PT Air Batam Hilir mengungkapkan terdapat 7 IPAM dan satu fasilitas booster yang mengalami gangguan gegara padamnya listrik.   


Lampu lalu lintas tidak berfungsi, termasuk Simpang KDA, Simpang Kaliban, Simpang Kabil, dan Simpang BI.


Warga Bintan melaporkan padam sejak pagi. "Listrik mati dari pagi. Belum tahu kapan hidupnya," ujar Hendra, warga Kabupaten Bintan. 


Wilayah yang dilaporkan padam meliputi Bengkong, Sekupang, Batam Center, hingga Nongsa.


Driver Online dan Gojek Paling Terpukul


Di balik gelapnya Batam, jeritan paling pilu datang dari driver ojek online.


Sejak pagi, ratusan driver Gojek, Grab, dan Maxim di Batam Center, Bengkong, dan Sekupang mengeluhkan order sepi total. 


Bukan karena sepi penumpang, tapi karena:

1. Sinyal Hilang, Aplikasi Mati: Blackout memicu efek domino pada sinyal telekomunikasi. 


2. Driver tidak bisa menerima order, penumpang tidak bisa memesan. Krisis Cas HP: Driver yang mengandalkan HP seharian harus berburu warkop dan ruko yang punya genset. 


3. Tanpa daya, mereka tidak bisa online.  SPBU dan Lalin Kacau: Sejumlah SPBU dilaporkan tidak beroperasi karena pompa butuh listrik. Ditambah lampu merah padam, driver harus ekstra hati-hati dan bahkan ikut mengatur lalu lintas.


4. Pendapatan Harian Hilang: Bagi driver harian, sehari tidak narik berarti dapur tidak ngebul. Cicilan motor dan setoran tetap jalan. 


"Kalau benar pemadaman terjadi di sejumlah wilayah Batam seperti Bengkong, Sekupang, Batam Center, dan Nongsa, PLN harus segera memberikan penjelasan terbuka," tegas Wakil Ketua I PWMOI Kepri, Mitra Julias Tama, yang menerima banyak laporan warga. 


Warga meresahkan akibat padamnya PLN membuat aktivitas lumpuh totol


Hingga berita ini diturunkan pukul 12.00 WIB, sebagian wilayah Batam dilaporkan mulai menyala bertahap, namun sebagian besar Bintan dan Tanjungpinang masih dalam proses pemulihan.


Redaksi (TIM)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.